SIKKA – Kerusakan ruas jalan di Desa Meken Detun, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani setelah gempa Flores. Badan jalan di sejumlah titik terbelah dan retak parah sehingga warga harus memasang tanda peringatan untuk mencegah kecelakaan.
Kerusakan tersebut terlihat pada permukaan aspal yang pecah hingga membentuk rongga dan memperlihatkan tanah di bawahnya. Sebagian ruas jalan juga menyempit akibat retakan pada sisi badan jalan sehingga kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan.
Kondisi itu menjadi semakin penting karena ruas jalan tersebut digunakan untuk mobilitas masyarakat sekaligus menjadi salah satu jalur distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa. Kendaraan warga dan mobil pembawa bantuan harus melintas dengan hati-hati di bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Sebagaimana diberitakan Tribuntrends, Senin, (24/08/2026), kerusakan jalan tersebut diketahui setelah gempa utama dan sejumlah gempa susulan mengguncang wilayah Flores.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga setempat memasang tanda peringatan sederhana menggunakan ranting pohon di sekitar bagian jalan yang terbelah dan retak. Tanda tersebut dimaksudkan agar pengendara lebih waspada dan tidak melintasi bagian jalan yang dinilai berbahaya.
Warga juga mengarahkan pengendara untuk menggunakan bagian jalan yang masih dapat dilalui. Langkah sementara itu dilakukan sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap infrastruktur yang terdampak.
Kerusakan jalan dikhawatirkan menghambat aktivitas sehari-hari apabila tidak segera ditangani. Kondisi tersebut juga berpotensi menyulitkan mobilitas kendaraan yang membawa bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa berpusat di koordinat 8,33 Lintang Selatan (LS) dan 121,32 Bujur Timur (BT), sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 10 kilometer dan berdampak terhadap sejumlah wilayah di Flores. Kerusakan yang muncul tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga infrastruktur yang menunjang aktivitas masyarakat.
Kondisi ruas jalan di Meken Detun menunjukkan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya membutuhkan penanganan terhadap tempat tinggal warga, tetapi juga perbaikan akses transportasi. Penanganan jalan menjadi penting agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan dengan lebih aman. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara