SORONG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya meningkatkan kapasitas masyarakat Kampung Malaumkarta dan Kampung Suwatolo, Distrik Makbon, melalui pelatihan pengelolaan kampung wisata. Program yang berlangsung pada 3–5 Agustus 2026 itu ditujukan untuk memperkuat kemampuan warga mengembangkan destinasi berbasis budaya dan alam agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pelatihan dipusatkan di Balai Kampung Suwatolo dengan menghadirkan narasumber Desi Sentuf dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Peserta memperoleh materi mengenai tata kelola kampung wisata, pelayanan kepada wisatawan, hingga strategi pengembangan destinasi yang tetap menjaga nilai budaya dan kelestarian lingkungan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Papua Barat Daya, Nikolas Asmuruf, mengatakan program pendampingan kampung wisata pada 2026 tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Sorong, tetapi juga mencakup Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel). Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik wisata yang berbeda sehingga membutuhkan pola pengelolaan yang profesional sesuai potensi masing-masing, sebagaimana diberitakan Tribun Sorong, Selasa (04/08/2026).
“Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola destinasi wisata lebih baik,” ujar Nikolas.
Ia menilai Kampung Malaumkarta telah menunjukkan perkembangan positif dalam memanfaatkan potensi wisata berbasis budaya dan kekayaan alam hingga menjadi salah satu destinasi unggulan di Papua Barat Daya.
“Pengembangan kampung wisata membuka lapangan kerja, mendorong tumbuhnya UMKM dan usaha kuliner lokal, serta menggerakkan perekonomian masyarakat kampung,” katanya.
Lebih lanjut, Nikolas menegaskan pelatihan tersebut dirancang agar masyarakat mampu mengelola kampung wisata secara mandiri dan profesional. Dengan tata kelola yang baik, potensi wisata diharapkan berkembang optimal, menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi kampung, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sorong.
“Kami berharap Kampung Malaumkarta dan Kampung Suwatolo semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan mandiri, profesional, dan berkelanjutan dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Papua Barat Daya,” katanya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara