YOGYAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai menjalankan program pengabdian di Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan desa wisata melalui inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Program tersebut merupakan bagian dari Genera-Z Berbakti 2026, program call for proposal mahasiswa yang diselenggarakan Bakti BCA. Tim Laskar Selasik dari UGM menjadi salah satu dari empat kelompok mahasiswa terpilih yang mendapat kesempatan menerapkan gagasan secara langsung di desa wisata binaan.
Sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (02/08/2026), empat tim pemenang Genera-Z Berbakti 2026 akan menjalankan program di sejumlah desa wisata, yakni Tim Laskar Selasik (UGM) di Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung; Tim Mega Lestari (Universitas Padjadjaran/Unpad) di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur; Tim Amerta Pertiwi (Universitas Airlangga/Unair) di Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo; serta Tim Katalis (Universitas Indonesia/UI) di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon.
Duta Bakti BCA sekaligus panelis Genera-Z Berbakti 2026, Nicholas Saputra, mengatakan para pemenang membawa gagasan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa tujuan.
“Kami harap seluruh kampus terpilih bisa memetakan persoalan dan menawarkan solusi yang relevan di lapangan. Semoga seluruh pemenang semakin memahami kebutuhan masyarakat ketika sudah berada di lapangan, sehingga dapat menentukan prioritas dan menyempurnakan program masing-masing,” kata Nicholas.
Sebelum terjun ke lokasi pengabdian, para peserta mengikuti pelatihan intensif untuk memperkuat kemampuan dalam memahami kondisi masyarakat, menyusun rencana program, membangun kerja sama tim, mengolah data, serta memahami aspek health, safety, and environment.
Salah satu anggota Tim Laskar Selasik UGM, Fauzyiah, menilai pembekalan tersebut membantu kesiapan kelompoknya sebelum berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Bootcamp ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengingatkan bahwa sebagai generasi muda kami harus terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan tetap on track terhadap tujuan yang ingin dicapai,” kata Fauzyiah.
Sementara itu, anggota Tim Amerta Pertiwi Unair, Usamah, mengatakan proses pengabdian harus dilakukan dengan memahami persoalan dari sudut pandang masyarakat agar menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
“Kami harus memahami persoalan dari sudut pandang masyarakat dan membangun perubahan bersama mereka, bukan datang sebagai pihak yang merasa paling tahu. Dari situlah dampak yang berkelanjutan bisa tercipta,” tutur Usamah.
Memasuki tahap pelaksanaan, setiap kelompok mahasiswa telah mempersiapkan strategi menghadapi tantangan di lapangan. Anggota Tim Mega Lestari Unpad, Ghifari, menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dalam menjalankan program.
“Yang terpenting adalah tetap adaptif, tangguh, dan selalu mengutamakan solusi ketika menghadapi tantangan,” kata Ghifari.
Anggota Tim Katalis UI, Sarah, juga menyebut komunikasi dan kekompakan menjadi faktor penting dalam mencapai keberhasilan program.
“Ketika ada banyak ide, yang terpenting adalah kami dapat mengambil keputusan bersama demi keberhasilan program,” ujar Sarah.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap program tersebut dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat desa.
“Terpilihnya pemenang Genera-Z Berbakti 2026 menandai dimulainya tahap yang krusial dari program ini, yaitu pengabdian di lapangan. Kami yakin para pemenang dapat menjalankan program yang sudah disusun dengan lancar bersama masyarakat. Harapannya, pengabdian ini dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk masa depannya, dan masyarakat agar semakin berdaya dan tangguh,” ujar Hera.
Melalui keterlibatan mahasiswa di desa wisata, program ini diharapkan mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan potensi lokal, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendukung keberlanjutan pengembangan desa berbasis inovasi dan kolaborasi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara