LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kampanye Tips ABCDE yang menekankan pencegahan sejak remaja, masa kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak. Strategi tersebut diterapkan berbasis data dengan melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat agar intervensi lebih tepat sasaran.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Lumajang (Lumajang) tercatat sebesar 23,4 persen atau masih berada di atas angka nasional yang mencapai 19,8 persen. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Pemkab Lumajang untuk memperkuat program pencegahan melalui pendekatan yang lebih terarah.
Strategi yang diterapkan menggunakan pendekatan berbasis data sehingga koordinasi antar pemangku kepentingan dapat dioptimalkan. Dengan cara itu, setiap wilayah memperoleh intervensi sesuai kebutuhan masyarakat, terutama keluarga yang berada di kawasan pedesaan.
Pemkab Lumajang kemudian mengembangkan kampanye Tips ABCDE sebagai panduan sederhana bagi masyarakat. Huruf A berarti aktif mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil. Huruf B mengingatkan ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Selanjutnya, huruf C mengajak masyarakat mencukupi konsumsi protein hewani setiap hari, huruf D mengingatkan keluarga datang ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang anak, sedangkan huruf E menekankan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
Selain menjadi materi edukasi, Tips ABCDE diterapkan sebagai kebiasaan yang didorong melalui keterlibatan kader Posyandu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat agar pesan pencegahan stunting dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Pemkab Lumajang berharap edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat sehingga upaya pencegahan stunting memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (25/07/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara