BONDOWOSO – Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 di Desa Tapen, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso (Bondowoso), dilakukan melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang dirangkaikan dengan rembuk stunting. Forum tersebut menghimpun usulan pembangunan dari lima dusun sekaligus menetapkan prioritas penanganan stunting berbasis kebutuhan masyarakat.
Musdes yang digelar di Balai Desa Tapen pada Selasa (14/7/2026) melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes) Tapen, perangkat desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader kesehatan, tenaga kesehatan Puskesmas, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (UNEJ).
Perwakilan dari Dusun Posong, Krajan, Jasaba, Jatian, dan Bunutan menyampaikan berbagai usulan prioritas pembangunan. Aspirasi yang dihimpun mencakup pembangunan dan perbaikan sarana prasarana desa, peningkatan layanan kesehatan, perbaikan sanitasi lingkungan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Dalam rembuk stunting, tenaga kesehatan turut memaparkan kondisi kesehatan masyarakat serta memberikan masukan mengenai upaya pencegahan stunting, peningkatan gizi ibu dan anak, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kesehatan desa.
Seluruh usulan hasil Musdes selanjutnya menjadi bahan penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2027. Sementara hasil rembuk stunting akan menjadi dasar penyusunan program prioritas desa yang berfokus pada peningkatan layanan kesehatan, perbaikan sanitasi, pemenuhan gizi, dan edukasi masyarakat.
Kehadiran mahasiswa KKN UNEJ dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan sektor kesehatan dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan, sebagaimana dilansir Kompasiana, Jumat (24/07/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara