PAMA Targetkan Penurunan Stunting 10 Persen Lewat Pemberdayaan Posyandu

JAKARTA – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di wilayah binaannya dengan meningkatkan kapasitas 150 kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dari 12 desa melalui program pelatihan kesehatan masyarakat. Program tersebut difokuskan pada penguatan kompetensi kader agar mampu memberikan edukasi gizi, memantau tumbuh kembang anak, serta mendeteksi kasus gizi buruk sejak dini.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di desa. Program disusun untuk mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting melalui pemberdayaan kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stunting nasional masih berada di kisaran 27 persen dengan tingkat kejadian yang relatif tinggi di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut mendorong perlunya intervensi terpadu melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.

Pelatihan yang diberikan kepada kader Posyandu mencakup tiga materi utama, yakni pengenalan gizi seimbang dan deteksi dini pertumbuhan anak, teknik komunikasi efektif dengan keluarga serta pemangku kepentingan di daerah, dan pengelolaan data Posyandu secara digital untuk memantau perkembangan balita.

Seluruh materi disampaikan menggunakan pendekatan praktis dengan melibatkan ahli gizi, dokter anak, serta perwakilan dinas kesehatan setempat. Melalui peningkatan kompetensi tersebut, kader diharapkan mampu memberikan edukasi yang lebih efektif kepada masyarakat sekaligus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di desa.

PAMA menargetkan penurunan angka stunting di seluruh desa binaannya hingga 10 persen dalam tiga tahun mendatang. Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat desa, sebagaimana diberitakan Setapak Langkah, Selasa (21/07/2026). []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Krisis Air Bersih Bertambah, Karawang Catat 2.585 KK Terdampak

PDF 📄KARAWANG – Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Karawang (Karawang), …

Puskesmas Nguter Perkuat Deteksi Dini TB dan Pertahankan Capaian Stunting

PDF 📄SUKOHARJO – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nguter akan melakukan pelacakan (tracing) kasus tuberkulosis (tuberculosis/TB) …

Mahasiswa KKN Ditantang Ciptakan Program Berdampak bagi Desa

PDF 📄BONDOWOSO – Mahasiswa Universitas Bondowoso didorong menjadi penggerak transformasi digital di desa melalui program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *