BULUNGAN – Sebanyak 74 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Bulungan mengikuti retreat kepemimpinan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan integritas aparatur, serta mencegah potensi korupsi dan sengketa hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Kegiatan yang dibuka Bupati Bulungan Syarwani di Tanjung Selor pada Senin (20/7/2026) itu menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pembangunan desa dengan arah kebijakan Pemkab Bulungan. Selain kepemimpinan, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan desa, pelayanan publik, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Retreat ini kami laksanakan sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa. Kami ingin memastikan setiap program pembangunan daerah mendapat dukungan dari pemerintah desa sehingga pelaksanaannya berjalan selaras,” kata Syarwani, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin (20/07/2026).
Menurutnya, Kades merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, aparatur desa tidak hanya dituntut memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, menjaga integritas, serta mengelola pembangunan secara efektif.
Syarwani menegaskan salah satu fokus utama kegiatan tersebut ialah memperkuat tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan desa agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab membina sekaligus mengawal penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Forum ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi juga memperkuat komitmen kepala desa dalam menjalankan pemerintahan yang baik serta mengelola keuangan desa secara akuntabel,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh Kades untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan menghindari penyalahgunaan kewenangan, terutama dalam pengelolaan anggaran desa.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kepala desa harus mengelola pemerintahan secara transparan, akuntabel, menaati peraturan perundang-undangan, dan menghadirkan solusi bagi setiap persoalan masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat integritas, retreat bertema Madu Ngempada Tenguyun Berdesa tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman antardesa. Para peserta didorong mengembangkan inovasi sesuai potensi wilayah masing-masing guna mendukung visi Bulungan, yaitu pembangunan hijau yang berkelanjutan.
Selama kegiatan, peserta menerima materi dari berbagai instansi, antara lain Komando Distrik Militer (Kodim) 0903/Bulungan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Bulungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta sejumlah organisasi mitra pembangunan. Materi meliputi regulasi pemerintahan desa, tata kelola keuangan, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi desa berbasis inovasi. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara