TABANAN – Penyelenggaraan Kerambitan Creative Space 2026 di Lapangan Umum Desa Kerambitan, Kabupaten Tabanan, berhasil mencatatkan transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp107.274.000 selama empat hari pelaksanaan. Capaian tersebut menegaskan bahwa kolaborasi promosi desa berbasis budaya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian tradisi lokal.
Ajang yang berlangsung hingga Minggu (12/7/2026) itu difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Pemerintah Kecamatan Kerambitan dengan melibatkan 15 desa se-Kecamatan Kerambitan. Mengusung tema Kriya Loka, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku seni, perajin, UMKM, dan masyarakat untuk mempromosikan produk unggulan berbasis budaya, sebagaimana diberitakan Balienews, Senin (13/07/2026).
Selain menghadirkan stan produk desa, kegiatan tersebut juga diramaikan beragam pertunjukan budaya, mulai dari pragmen tari Mepinton, Cak Lansia, Joged Bumbung, Tari Pendet, dolanan anak, penampilan band desa, hingga hiburan musik Pop Bali. Lomba Baleganjur Ngarap se-Bali yang digelar bersama Yowana Desa Adat Bale Agung Kerambitan turut menambah daya tarik acara.
Nilai transaksi UMKM yang menembus lebih dari Rp107 juta berasal dari stan desa dan belum termasuk transaksi pelaku usaha di luar area stan resmi. Berbagai produk kuliner tradisional, kerajinan, hingga hasil kreativitas generasi muda mendapat sambutan positif dari pengunjung.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan ialah VA.BITES, kelompok Wirausaha Muda Desa Kukuh yang menghadirkan produk olahan berbahan dasar ubi ungu dan pisang. Di sisi lain, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari berbagai desa turut memasarkan kuliner khas seperti tipat cantok, rujak, entil tista, dan aneka makanan tradisional.
Selama kegiatan berlangsung, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan menyediakan layanan WiFi gratis untuk mendukung promosi digital serta transaksi non-tunai para pelaku UMKM.
Camat Kerambitan, I Putu Adi Supraja, mengatakan keberhasilan Kerambitan Creative Space merupakan hasil sinergi antara Pemkab Tabanan, pemerintah desa, desa adat, organisasi kepemudaan, pelaku seni, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Menurutnya, capaian transaksi yang melampaui Rp100 juta menunjukkan produk lokal memiliki daya saing apabila memperoleh ruang promosi yang tepat.
Ia juga menilai munculnya kelompok usaha baru dari kalangan generasi muda dan kader PKK menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi desa.
Founder VA.BITES, Kadek Aprilia Pradnyamika, mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang meningkatkan kepercayaan diri generasi muda untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Pemerintah Kecamatan Kerambitan berharap Kerambitan Creative Space dapat kembali digelar pada 2027 agar terus menjadi media promosi desa, pelestarian budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara