MUARA ENIM – Sebanyak 100 peserta dari Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim mengikuti Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana serta menekan risiko korban jiwa dan kerugian harta benda.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 9-10 Juli 2026, di Hotel Griya Serasan Sekundang, Muara Enim, dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bupati Muara Enim, Ulil Amri, yang mewakili Bupati Muara Enim.
Peserta terdiri atas 50 warga dari Destana dan 50 personel BPBD Muara Enim. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, serta langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak bencana.
“Ancaman bencana dapat menyebabkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, serta kerugian harta benda. Oleh karena itu, penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga terkait,” ujar Ulil, sebagaimana diberitakan Sriwijaya Post, Kamis (09/07/2026).
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi karena kondisi geografis dan jumlah penduduk yang besar. Selain faktor alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, kekeringan, angin puting beliung, dan tanah longsor, bencana juga dapat dipicu oleh aktivitas manusia.
Ia menjelaskan bahwa kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, dan mitigasi menjadi tiga langkah penting dalam menghadapi ancaman bencana.
“Peserta pelatihan dituntut untuk memahami materi yang diberikan dan mampu menyampaikan informasi secara cepat serta tepat kepada masyarakat apabila terjadi bencana yang tidak diinginkan,” katanya.
Ulil berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah masing-masing sehingga penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara