Pelatihan Linmas Batur Perkuat Ketangguhan Desa Hadapi Bencana

BANJARNEGARA – Pemerintah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, melatih 40 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari seluruh desa untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas masyarakat sekaligus mendukung inisiatif Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Program Kecamatan Berdaya.

Pelatihan bertajuk Linmas Tanggap Bencana berlangsung selama dua hari di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batur. Kegiatan ini bertujuan mengubah peran Linmas yang selama ini identik dengan pengamanan kegiatan seremonial menjadi garda terdepan dalam mitigasi dan penanganan bencana di tingkat desa.

Camat Batur, Agung Hermawan, mengatakan peserta yang dilibatkan merupakan personel Linmas dari kalangan generasi muda yang mewakili setiap desa di Kecamatan Batur.

“Kami ingin mengubah mindset bahwa Linmas bukan sekadar tenaga pengamanan seremoni. Melalui pelatihan ini, kami mengumpulkan personel muda yang sangat antusias untuk kita berdayakan dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat kecamatan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Banjarnegarakab, Kamis (09/07/2026).

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar vulkanologi, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (P3K), manajemen pemadaman kebakaran, hingga teknik asesmen cepat saat terjadi bencana. Materi diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Palang Merah Indonesia (PMI), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menegaskan Linmas memiliki peran strategis sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 26 Tahun 2020. Menurutnya, Linmas berperan dalam pemetaan risiko wilayah, edukasi mitigasi, simulasi bencana, hingga menjadi responden pertama saat proses evakuasi warga.

“Linmas juga menjadi respons pertama di lapangan dalam proses evakuasi warga terutama kelompok rentan serta menjaga stabilitas keamanan di lokasi pengungsian, selain itu Linmas berperan dalam pendataan kerusakan, distribusi bantuan yang tepat sasaran, serta memimpin aksi gotong royong pemulihan lingkungan,” kata Aji.

Ia menambahkan, penambahan personel Linmas dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Batur diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah desa dan kecamatan sehingga penanganan bencana menjadi lebih cepat dan efektif.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mengenali ancaman di wilayahnya. Dengan Linmas yang terampil, mitigasi dan penanganan bencana tidak lagi hanya bergantung pada bantuan luar, melainkan sudah tertangani dengan sigap oleh masyarakat setempat sejak awal,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, Kecamatan Batur diharapkan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat dengan memaksimalkan peran Linmas sebagai aset perlindungan warga di tingkat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Warga Desa Gamlamo Masih Menunggu Tuntasnya Perbaikan Rumah

PDF đź“„Sebanyak 16 rumah warga Desa Gamlamo mengalami kerusakan parah akibat banjir, tetapi pemulihan belum …

Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Desa Sukaluyu

PDF đź“„Pergerakan tanah setelah hujan deras merusak sembilan rumah warga dan tembok penahan tanah pada …

Tiga Desa di Kubu Raya Jadi Garda Awal Cegah Karhutla

PDF đź“„Tiga desa di Kubu Raya menjadi sasaran penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *