KUTAI TIMUR – Pengembangan kopi liberika dengan sistem agroforestri di kawasan hutan lindung Desa Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tetap mengedepankan pelestarian lingkungan. Program tersebut dijalankan Kelompok Tani Hutan (KTH) Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri melalui skema perhutanan sosial yang telah mengantongi izin pengelolaan selama 35 tahun.
Budidaya kopi liberika dilakukan di lahan seluas 25 hektare yang berada di kawasan penyangga hutan. Selain menghasilkan biji kopi bernilai ekonomi, bunga kopi juga dimanfaatkan sebagai sumber pakan alami lebah kelulut sehingga memberi nilai tambah bagi kelompok tani.
Ketua KTH Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri, Ruslan, mengatakan pemilihan kopi liberika dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan masyarakat dan kelestarian hutan.
“Kami memilih menanam kopi dibandingkan sawit agar pelestarian kebun beriringan dengan upaya menjaga ketahanan lingkungan dari metode agroforestri,” kata Ruslan, sebagaimana diberitakan Koran Jakarta, Kamis (02/07/2026).
Menurutnya, kopi bubuk hasil produksi kelompok tani kini telah dipasarkan secara komersial dengan harga sekitar Rp30 ribu per kemasan. Sementara madu kelulut yang dihasilkan dimanfaatkan anggota kelompok sebagai suplemen kesehatan sehari-hari.
Pengembangan perhutanan sosial tersebut difasilitasi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Santan di bawah Dinas Kehutanan Provinsi (Dishut) Kaltim. Legalitas yang dimiliki sejak 2023 memberi kepastian bagi kelompok untuk mengelola kawasan secara berkelanjutan.
Ruslan menambahkan, keberhasilan budidaya kopi liberika turut menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk mempelajari penerapan sistem tersebut.
“Banyak masyarakat sekitar yang kini berkunjung ke desa kami untuk meniru pengembangan budi daya ini,” ucap Ruslan.
Pengembangan kopi liberika di Desa Suka Rahmat diharapkan terus didukung melalui peningkatan kualitas budidaya, pengolahan pascapanen, serta perluasan akses pasar agar mampu menjadi komoditas unggulan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara