Gotong Royong dan Pelayanan Publik Jadi Fokus Penutupan BBGRM Landak

LANDAK Penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Tahun 2026 di Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak untuk menghadirkan pelayanan publik terpadu sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Beragam layanan disediakan, mulai dari kesehatan, administrasi kependudukan, hingga pelayanan perpajakan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman SDN 03 Karangan pada Kamis (2/7/2026) itu menyediakan layanan sunatan massal, pemeriksaan kesehatan, Gerakan Pangan Murah, pelayanan administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), pembayaran pajak, serta berbagai pelayanan pemerintah lainnya dalam satu lokasi.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan BBGRM merupakan agenda tahunan yang bertujuan menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui berbagai kegiatan sosial dan kerja bakti yang dilaksanakan selama sekitar satu bulan.

“Melalui kegiatan BBGRM ini, kita selama kurang lebih satu bulan mendampingi masyarakat dan mengajak masyarakat untuk bergotong royong. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan, mulai dari bakti sosial di gereja dan tempat ibadah hingga berbagai kegiatan lainnya,” kata Karolin sebagaimana diberitakan Aksaraloka, Kamis (02/07/2026).

Menurutnya, Desa Tubang Raeng dipilih sebagai lokasi penutupan agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat berbagai pelayanan yang disediakan pemerintah.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat, dan melalui Bulan Bhakti Gotong Royong ini masyarakat digelorakan kembali semangat gotong royongnya, agar mereka bisa menjaga kebersihan lingkungan serta bergotong royong dalam berbagai aspek kehidupan yang sifatnya produktif,” ujarnya.

Karolin juga mengingatkan agar budaya gotong royong tetap dipertahankan meski masyarakat telah memasuki era modern.

“Gotong royong sekarang jangan hanya di Facebook. Kita hidupkan kembali budaya gotong royong dari kita untuk kita, karena yang akan mengurus kampung kita adalah kita sendiri,” katanya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat musim pancaroba, guna mencegah meningkatnya kasus demam berdarah dan chikungunya. Warga diminta tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi juga rutin membersihkan lingkungan dan menghilangkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Landak, Theresia Limawardani, menjelaskan BBGRM ke-23 berlangsung sejak 4 Juni hingga 2 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di Dusun Adong I, Desa Tubang Raeng.

Selama pelaksanaannya, pemerintah bersama masyarakat melakukan berbagai kegiatan gotong royong, seperti membersihkan lingkungan gereja dan sekolah, memperbaiki serta menyedot instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal, hingga mengecat gereja.

“Selain itu, digelar pula berbagai penyuluhan dan edukasi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah,” terangnya.

Penyuluhan tersebut mencakup wawasan kebangsaan, kesadaran membayar pajak, pemanfaatan lahan pekarangan, promosi kesehatan, perlindungan jaminan sosial, pengelolaan sampah, serta pemeliharaan IPAL komunal. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, sekaligus memperkuat kesadaran terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan pelayanan publik. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Pesisir Jadi Fokus, Pemerintah Bangun 1.269 Kampung Nelayan Modern

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah …

Lebak Masih Miliki 2.539 Hektare Permukiman Kumuh di 128 Desa

PDF đź“„LEBAK – Sebanyak 2.539 hektare kawasan permukiman kumuh masih tersebar di 128 desa dan …

Infrastruktur Desa Semata Menguat, Jembatan Merah Putih Siap Dongkrak Ekonomi Warga

PDF đź“„SAMBAS – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *