PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mengembangkan berbagai inovasi berbasis potensi lokal di Kecamatan Bantarbolang sebagai upaya memperkuat pembangunan desa berkelanjutan. Program tersebut mengintegrasikan hilirisasi produk pertanian, konservasi lingkungan, digitalisasi desa, hingga pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kualitas hidup warga di Desa Peguyangan serta Desa Kebon Gede.
Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi Hijau, Desa Maju Memukau” itu melibatkan 22 mahasiswa KKN UMUS di bawah bimbingan Abdul Bashar. Program dilaksanakan di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, dengan fokus menghadirkan solusi berbasis keilmuan terhadap berbagai kebutuhan masyarakat desa.
Di Desa Peguyangan, mahasiswa mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah pertanian berupa rambut jagung menjadi teh herbal bernilai ekonomi. Program tersebut menjadi bagian dari hilirisasi hasil pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui strategi pemasaran digital, penguatan branding, serta pengembangan kemasan produk. Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika juga membangun situs web desa sebagai media promosi, informasi, dan pemasaran produk unggulan.
Sementara di Desa Kebon Gede, program difokuskan pada konservasi lingkungan melalui pembangunan desain broncaptering sebagai sistem perlindungan mata air agar kualitas dan keberlanjutan sumber air bersih tetap terjaga bagi masyarakat.
Selain dua program utama tersebut, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung, seperti pemasangan papan identitas desa, pengolahan sampah anorganik, pendidikan karakter bagi remaja, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta pendampingan literasi bagi siswa sekolah.
Ketua tim mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Silfi, menjelaskan bahwa rambut jagung memiliki potensi untuk diolah menjadi produk herbal bernilai tambah karena mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian.
Dosen Pembimbing Lapangan Abdul Bashar mengatakan KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan, sebagaimana diberitakan Pantura Post, Rabu (01/07/2026).
Melalui berbagai inovasi tersebut, UMUS berharap model pengabdian masyarakat berbasis keilmuan dapat direplikasi di desa-desa lain sehingga mampu mendukung pembangunan desa yang mandiri, berdaya saing, serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara