KABUPATEN SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting hingga tingkat desa melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Gebyar Posyandu. Seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa didorong mengoptimalkan peran masing-masing agar target penurunan stunting dapat tercapai.
Arahan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi Andreas secara virtual dalam Rapat Koordinasi Gebyar Posyandu untuk Intervensi Serentak Pencegahan dan Penurunan Stunting dari ruang kerja Wabup, Selasa (30/6/2026), sebagaimana diberitakan Elbait Sukabumi, Rabu (1/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Wabup Sukabumi menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan sehingga pelaksanaan program dapat berjalan efektif hingga tingkat desa.
“Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan dan desa diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal agar target penurunan stunting dapat tercapai,” tegasnya.
Selain memperkuat koordinasi, Wabup Sukabumi juga mengajak seluruh pihak meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, balita, serta keluarga yang berisiko mengalami stunting melalui penyelenggaraan Posyandu yang berkualitas.
Ia berharap pelayanan kesehatan yang semakin optimal mampu melahirkan generasi Sukabumi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing pada masa mendatang.
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi langkah menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan intervensi serentak pencegahan dan penurunan stunting. Melalui Gebyar Posyandu, pemerintah menargetkan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan sehingga percepatan penurunan angka stunting di Sukabumi dapat terlaksana secara efektif hingga tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara