BARABAI – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Partala menghadirkan agrowisata petik melon pertama di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka destinasi wisata berbasis desa. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan.
Agrowisata ini menawarkan pengalaman bagi masyarakat untuk memetik buah melon langsung dari kebun. Selain menikmati hasil panen, pengunjung juga dapat mengikuti wisata edukasi keluarga serta memanfaatkan sejumlah area swafoto yang telah disiapkan di kawasan perkebunan.
Direktur BUMDes Partala, Muhammad Sata, mengatakan konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi desa sebagai destinasi wisata baru.
“Kami ingin masyarakat merasakan pengalaman yang berbeda. Selama ini orang hanya membeli buah di pasar atau toko, sekarang mereka bisa memetik langsung dari kebunnya,” ujarnya sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Senin (29/06/2026).
Menurutnya, pengembangan agrowisata dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil panen karena tidak hanya mengandalkan pemasaran melalui pengepul, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang menarik bagi pengunjung.
“Dengan cara seperti ini hasil panen bisa memiliki nilai lebih, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi desa,” katanya.
Agrowisata Petik Buah Melon akan dibuka setiap hari selama pelaksanaan kegiatan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA di kawasan perkebunan melon Desa Jatuh RT 002 RW 001, Kecamatan Pandawan.
Sebelumnya, BUMDes Partala telah mengembangkan budidaya beberapa varietas unggulan, seperti melon sky, melon rock, dan melon golden. Unit usaha tersebut dilaporkan mampu menghasilkan keuntungan sekitar 50 persen pada setiap musim panen.
Apabila mendapat respons positif dari masyarakat, program ini diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata baru yang mampu menarik wisatawan lokal sekaligus memperkuat perekonomian desa melalui sektor pertanian dan pariwisata. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara