Pengelola BUMDesa Se-Jateng Berbagi Strategi Kembangkan Usaha Desa

SEMARANG Penguatan ekonomi desa di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus didorong melalui peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Upaya tersebut diwujudkan melalui Forum Paguyuban BUMDesa Tahun 2026 yang digelar di Ambarawa dan melibatkan pengelola BUMDesa dari berbagai daerah serta mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.

Forum yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng itu menjadi wadah konsolidasi dan kolaborasi untuk memperkuat tata kelola usaha desa agar lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri pengelola BUMDesa dari berbagai kabupaten dan kota di Jateng, unsur pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait. Dalam forum itu dibahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan tata kelola BUMDesa, pengembangan kerja sama antarlembaga usaha desa, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan unit usaha desa.

Selain menjadi ruang diskusi, forum juga dimanfaatkan sebagai sarana berbagi praktik baik antarpengelola BUMDesa yang telah berhasil mengembangkan usaha pada sektor pertanian, perdagangan, jasa, hingga pengelolaan potensi lokal desa. Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi desa lain dalam mengembangkan usaha yang lebih efektif dan berdaya saing.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal UNNES turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut guna memperoleh pengalaman langsung mengenai pemberdayaan masyarakat desa dan penguatan kelembagaan ekonomi berbasis BUMDesa, sebagaimana diberitakan Kompasiana, Kamis, (25/06/2026).

Forum Paguyuban BUMDesa Tahun 2026 juga dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan permukiman yang berkelanjutan, serta kemitraan dalam mencapai tujuan pembangunan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antarpengelola BUMDesa di Jateng semakin kuat sehingga mampu melahirkan inovasi dan strategi baru dalam pengembangan usaha desa yang profesional, berdaya saing, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pemkab Tala Perkuat Sinergi Desa Lewat Rakorcam 2026

PDF 📄PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) menempatkan pengelolaan sampah desa sebagai salah …

Budaya dan Inovasi Bersatu, Sidorekso Tampil Memukau di CFD Kudus

PDF 📄KUDUS – Inovasi pengelolaan sampah dan pelestarian budaya menjadi daya tarik utama yang ditampilkan …

Distribusi Sarana Kebersihan Dimulai, Program RT Berkelas Sukun Berjalan

PDF 📄MALANG – Program RT Berkelas di Kecamatan Sukun, Kota Malang, mulai memasuki tahap implementasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *