Sendang Kun Gerit Tumbuh Pesat, 1.069 Warga Ikut Menjadi Investor

SRAGEN Pengembangan wisata berbasis masyarakat di Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen (Sragen), menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi desa. Kawasan wisata Sendang Kun Gerit yang dikelola secara kolaboratif bersama warga dan didukung Bank Jateng kini mampu menarik rata-rata 20.000 wisatawan setiap bulan sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat setempat.

Keberhasilan tersebut menjadikan Sendang Kun Gerit sebagai contoh pengembangan potensi lokal yang tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Kawasan ini berkembang dari wisata pemandian mata air alami menjadi destinasi terpadu yang dilengkapi waterboom, area pemancingan, vila, glamping, serta sejumlah restoran.

Pengelola Sendang Kun Gerit, Sugiman Totok, mengatakan dukungan Bank Jateng berperan penting dalam mempercepat pengembangan kawasan wisata tersebut.

“Kehadiran Bank Jateng membawa dampak yang sangat masif bagi kemajuan Sendang Kun Gerit. Sebagai desa dampingan, kami mendapat dukungan mulai dari infrastruktur hingga digitalisasi keuangan. Fasilitas pendopo dari CSR Bank Jateng sangat membantu kegiatan masyarakat dan penggunaan QRIS Bank Jateng membuat transaksi lebih praktis serta transparan,” ujar Sugiman, sebagaimana diberitakan Jatengnews, Rabu, (24/06/2026).

Selain mendukung pembangunan fasilitas, Bank Jateng juga mendorong penerapan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Langkah tersebut membantu meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku usaha maupun wisatawan yang berkunjung.

Salah satu fasilitas yang dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng adalah pendopo multifungsi. Sepanjang 2026, fasilitas itu telah digunakan untuk lebih dari 750 kegiatan, mulai dari rapat instansi, pelatihan, acara pernikahan hingga kegiatan keluarga.

Model pengelolaan wisata juga mengedepankan keterlibatan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pendanaan kawasan wisata dilakukan dengan sistem urunan yang disepakati melalui Musyawarah Desa, sehingga warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pemilik investasi.

Tercatat sebanyak 1.069 warga Desa Jatibatur menjadi investor lokal yang menanamkan modal dalam pengembangan kawasan wisata tersebut. Mereka turut menikmati hasil dari pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan Sendang Kun Gerit.

“Konsepnya memang bagaimana masyarakat menjadi bagian dari pertumbuhan Sendang Kun Gerit. Warga bukan hanya sebagai penonton, tetapi ikut memiliki dan mendapatkan manfaat ekonomi,” kata Sugiman.

Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata. Kebutuhan bahan baku kuliner dipasok oleh masyarakat lokal dengan nilai perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp238 juta setiap bulan.

Untuk menjaga daya tarik wisata, pengelola tetap mempertahankan harga tiket yang terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan biaya masuk Rp5.000 untuk menikmati kawasan dan pemandian mata air, sementara akses waterboom dikenakan tarif tambahan Rp10.000. Fasilitas penginapan tersedia mulai Rp250.000 per malam.

Aspek keamanan wisatawan turut menjadi perhatian pengelola. Tim penjaga kawasan dan petugas kolam telah memperoleh pelatihan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen. Fasilitas pertolongan pertama hingga ambulans juga disiagakan guna mendukung keselamatan pengunjung.

Kolaborasi antara sektor perbankan, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus menjadikan Sendang Kun Gerit sebagai model pengembangan wisata berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Solusi Kekeringan, Tiga Desa Jepara Resmi Miliki Sumur Bor Baru

PDF đź“„JEPARA – Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Jepara …

Kolaborasi Keuchik dan Polri Dinilai Kunci Keamanan Desa

PDF đź“„SABANG – Forum Keuchik Kota Sabang menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik …

Ribuan Kilometer Jalan Inpres Resmi Beroperasi, Produk Desa Siap Bersaing

PDF đź“„PEKANBARU – Pembangunan 1.151 kilometer jalan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *