UMKM Desa Bulungcangkring Tembus Pasar Nasional Lewat Inovasi Labu Kuning

KUDUS Produk olahan labu kuning dari Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus (Kudus) berhasil menembus pasar nasional. Keberhasilan tersebut diraih pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Elbina, Nur Hayati, yang konsisten mengembangkan inovasi pangan berbasis komoditas lokal hingga dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Usaha yang dirintis sejak 2017 itu berkembang dari pengolahan sederhana menjadi beragam produk bernilai tambah tinggi, seperti bronis labu, donat labu, stik labu, tepung labu, teh labu, hingga dawet labu. Produk-produk tersebut kini dikenal tidak hanya di Kudus dan Jawa Tengah (Jateng), tetapi juga telah dipasarkan ke luar pulau, termasuk Ternate, Maluku Utara.

Nur Hayati mengatakan ide mengembangkan olahan labu kuning muncul setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM. Dari pelatihan tersebut, ia memahami pentingnya menghadirkan produk yang memiliki keunikan dan pembeda di pasar.

“Dari pelatihan saya belajar bahwa sebuah usaha harus punya pembeda. Dari situ saya mulai berpikir untuk fokus pada satu produk yang memiliki potensi dan belum banyak dikembangkan orang,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Joglo Jateng, Senin (22/06/2026).

Menurutnya, keputusan memilih labu kuning berawal dari usulan spontan saat mengikuti pelatihan di luar daerah. Sejak pertengahan 2017, ia kemudian fokus mengembangkan berbagai produk berbahan dasar labu kuning meskipun wilayahnya bukan sentra utama penghasil komoditas tersebut.

“Saya spontan menyebut labu kuning. Setelah usulan itu diterima, saya berpikir kenapa tidak sekalian fokus mengembangkan olahan labu kuning. Sejak pertengahan 2017 saya mulai serius menekuni produk ini,” katanya.

Dalam perjalanan usaha, tantangan terbesar yang dihadapi adalah mengenalkan produk kepada masyarakat serta menjaga ketersediaan bahan baku. Namun, promosi yang dilakukan secara konsisten melalui media sosial justru membuka peluang kerja sama dengan petani dan pemasok dari berbagai daerah.

“Awalnya sulit mendapatkan bahan baku. Tapi karena sering mengunggah aktivitas usaha di media sosial, banyak petani dan pemasok dari daerah lain yang akhirnya mengenal kami dan menawarkan kerja sama,” jelasnya.

Salah satu produk unggulan Elbina adalah bronis labu yang dibuat tanpa tepung terigu. Produk tersebut dipasarkan sebagai makanan bebas gluten karena menggunakan tepung labu hasil produksi sendiri.

“Brownies labu menjadi salah satu produk terlaris. Selain rasanya khas, produk ini dibuat tanpa tepung terigu sehingga banyak diminati konsumen yang mencari alternatif makanan lebih sehat,” katanya.

Perkembangan usaha juga ditopang pemanfaatan pemasaran digital melalui TikTok, Instagram, Facebook, dan mesin pencari Google. Mayoritas pelanggan baru mengenal produk Elbina dari berbagai platform tersebut.

“Banyak pelanggan yang datang mengaku tahu produk kami dari TikTok. Karena itu kami berusaha konsisten membuat konten dan mengikuti perkembangan pemasaran digital,” ujarnya.

Selain memperluas pasar, Nur Hayati terus melakukan diversifikasi produk agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Ia menilai inovasi menjadi faktor penting bagi keberlanjutan usaha.

“Kalau produknya itu-itu saja, konsumen bisa bosan. Karena itu inovasi harus terus dilakukan agar pilihan produk semakin banyak dan kapasitas penjualan juga meningkat,” ujarnya.

Di tengah kesibukan mengembangkan usaha, Nur Hayati juga aktif menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan kewirausahaan yang digelar pemerintah daerah, sekolah, maupun kelompok tani. Ia berharap pengalaman yang dimiliki dapat menginspirasi pelaku UMKM lain untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Saya sudah pernah merasakan bekerja ikut orang dari pagi sampai sore. Sekarang saya memilih fokus mengembangkan usaha sendiri dan terus berinovasi,” ujarnya.

Untuk memudahkan transaksi pelanggan, Elbina telah menyediakan berbagai metode pembayaran digital, termasuk Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), selain layanan transfer perbankan.

“Saya menyediakan berbagai pilihan pembayaran, mulai BRI, BCA, Mandiri hingga QRIS. Kebanyakan pelanggan memang masih menggunakan BRI, tetapi sekarang banyak juga yang memilih transaksi digital,” katanya.

Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar bijak dalam mengelola pembiayaan usaha dan tidak bergantung sepenuhnya pada utang.

“Kalau bisa jangan hanya berpikir berutang. Karena nanti fokus kerja malah habis untuk memikirkan pembayaran utang. Yang penting usaha terus berkembang dan perputaran usaha sehat,” tuturnya sambil tersenyum.

Sementara itu, dosen ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Nur Hadi, menilai keberhasilan Elbina menjadi contoh nyata pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang didukung inovasi dan pemasaran digital.

“Bu Nur Hayati menunjukkan bahwa UMKM tidak harus berangkat dari modal besar. Yang paling penting adalah kemampuan membaca peluang, berinovasi, dan membangun identitas produk yang kuat. Ini contoh sukses pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

“Ketika inovasi produk dipadukan dengan pemasaran digital yang konsisten, maka UMKM memiliki peluang besar untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Model seperti ini layak menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya di Kudus,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Sinergi Warga dan Pemdes Kambuno Didorong Percepat Penurunan Stunting

PDF đź“„BULUKUMBA – Pemerintah Desa Kambuno, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memperkuat upaya percepatan …

Bang-Andra Dorong Pembangunan Jalan Desa di Lebak

PDF đź“„LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, menyiapkan program besar pembangunan infrastruktur jalan …

Rp3 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jalan Desa Tompegunung

PDF đź“„PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah (Jateng), menyiapkan langkah percepatan perbaikan infrastruktur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *