Program Sulbar Digital Bantu Desa Losso Keluar dari Keterbatasan Akses Internet

MAMUJU – Program internet gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Losso, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju (Mamuju). Kehadiran layanan internet tersebut tidak hanya memperlancar administrasi pemerintahan desa, tetapi juga mengatasi keterbatasan akses komunikasi yang selama ini dialami warga.

Melalui Program Sulbar Digital, Pemprov Sulbar menempatkan akses internet gratis di Kantor Desa Losso sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital hingga wilayah pedesaan. Program ini sekaligus menjadi langkah pemerintah dalam mengurangi jumlah desa yang masih mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi.

Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP) Sulbar, Ridwan, mengatakan internet menjadi fondasi penting dalam mendukung layanan pendidikan, kesehatan, tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), hingga pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Menurut Ridwan, masih terdapat sejumlah wilayah di Sulbar yang menghadapi persoalan keterjangkauan sinyal. Berdasarkan data Dashboard Pemantauan Menara Telekomunikasi (PMT) Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Republik Indonesia (RI) per Februari 2026, sebanyak 82 desa atau sekitar 12,65 persen wilayah Sulbar masih berada dalam kategori non-coverage.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 57 desa masuk kategori blankspot total, sedangkan 25 desa lainnya memiliki kualitas sinyal yang lemah. Karena itu, perluasan layanan internet menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

“Lewat intervensi program internet gratis yang masif bergulir tahun ini, potret keterbatasan sinyal tersebut perlahan mulai terkikis. Salah satu dampak nyatanya dirasakan langsung di Desa Losso,” kata Ridwan, sebagaimana diberitakan Tribun Sulbar, Senin (22/06/2026).

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Nahda, warga Desa Losso, mengaku sebelumnya harus mencari lokasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan jaringan komunikasi.

“Jadi biasa naik ke gunung, tapi semenjak ada wifi Alhamdulillah sudah bagus,” katanya.

Kemudahan serupa juga dirasakan perangkat desa. Sekretaris Desa (Sekdes) Losso, Takbir, menyebut kehadiran internet gratis sangat membantu penyelesaian pekerjaan administrasi dan pelaporan yang harus dikirim ke pemerintah kabupaten dalam waktu cepat.

“Dengan adanya ini (internet gratis) kita terbantu,” kata Takbir.

Pemprov Sulbar optimistis program internet gratis yang terus diperluas dapat membantu menghapus keterisolasian digital di puluhan desa yang masih mengalami keterbatasan jaringan. Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, program tersebut juga diharapkan membuka akses informasi dan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pedesaan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

PLN UID Sulselrabar Raih Gold InTechSEA Awards 2026 lewat B-POWER

PDF đź“„MAKASSAR – Program pemberdayaan pemuda di tingkat desa yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit …

Enam Angkatan, Program Benchmarking Bawa 100 Kepala Desa ke China

PDF đź“„KUNMING – Lebih dari 20 kepala desa dan perangkat terkait asal Indonesia membawa pulang …

Dari Pertanian hingga Kusta, Program Desa Krasak Jadi Sorotan

PDF đź“„INDRAMAYU – Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, mendapat dukungan pembangunan sekitar Rp1 miliar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *