KABUPATEN MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Perikanan Kabupaten Malang memperluas strategi ketahanan pangan daerah dengan mengajukan 60 desa sebagai calon penerima program bantuan budidaya ikan air tawar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang sekaligus diarahkan untuk menopang program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan penguatan sektor perikanan berbasis desa, setelah 17 desa di Kabupaten Malang telah lebih dulu dinyatakan lolos verifikasi awal dan berpeluang menerima bantuan sarana produksi budidaya ikan, khususnya lele.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menjelaskan bahwa program Budidaya Tematik dari KKP merupakan program berskala nasional yang pada 2026 menargetkan 4.000 lokasi budidaya ikan air tawar di seluruh Indonesia.
“Pak Dirjen menyampaikan bahwa di tahun pertama 2026 ini akan dialokasikan 4.000 lokasi budidaya ikan air tawar di seluruh Indonesia,” ujar Victor sebagaimana diberitakan SuryaMalang, Senin (15/06/2026).
Victor menambahkan, pihaknya menargetkan Kabupaten Malang dapat memperoleh kuota hingga 100 lokasi, dengan 60 desa sudah diajukan dan 47 proposal telah diserahkan untuk proses lebih lanjut di kementerian.
Ia menegaskan bahwa desa yang diprioritaskan adalah wilayah yang sudah memiliki embrio usaha budidaya ikan, seperti lele dan nila, agar program dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
“Tinggal menunggu penetapan dari pusat untuk mulai dibangun tahun ini. Di antaranya Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, dan beberapa desa di Kecamatan Lawang,” jelas Victor.
Dari sisi pengelolaan, program ini akan melibatkan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pengelola awal, sebelum nantinya diperkuat oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok pembudidaya ikan setempat.
Setiap desa penerima bantuan akan mendapatkan paket lengkap mulai dari pembangunan kolam beton, benih ikan, hingga pakan untuk satu siklus produksi. Sistem ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 10 ton ikan per siklus, dengan fokus utama komoditas lele karena dinilai efisien dan mudah diterima pasar.
Selain mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hasil produksi juga diarahkan untuk memperkuat pasar lokal serta membuka peluang usaha turunan berbasis perikanan di tingkat desa.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok pangan bergizi, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan BUMDes dan koperasi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara