Kampung Siluman Klaten Bangkit dari Tragedi, Sabet Juara Nasional

KLATEN – Kampung Siluman di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi contoh transformasi kawasan terdampak bencana menjadi destinasi wisata edukatif yang berprestasi nasional. Kawasan yang dulunya merupakan permukiman Desa Seluman yang musnah akibat erupsi Gunung Merapi pada 1930 itu kini berhasil meraih Juara 1 Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2025 kategori Sport & Adventure.

Kampung Siluman berada di lereng Merapi pada ketinggian sekitar 1.100 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut dan berjarak sekitar 5 hingga 6 kilometer dari puncak gunung. Kawasan tersebut menyimpan jejak sejarah erupsi besar Merapi yang menghancurkan permukiman dan menewaskan lebih dari 1.300 orang di 13 desa sekitar.

Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun oleh warga setempat, Desa Seluman pernah menjadi permukiman yang ramai sebelum diterjang awan panas dan material vulkanik pada 1930. Setelah bencana itu, wilayah tersebut tidak lagi dihuni dan perlahan berubah menjadi kawasan hutan konservasi.

Nama Kampung Siluman yang kini melekat pada kawasan tersebut ternyata bukan berasal dari peristiwa mistis. Sebaliknya, penamaan itu digunakan sebagai strategi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah eksploitasi kawasan hutan.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 16 Desa Sidorejo, Jenarto, menjelaskan bahwa nama tersebut sengaja dipilih agar masyarakat lebih berhati-hati saat memasuki kawasan konservasi.

“Nama tersebut sengaja dipilih agar kawasan bekas desa ini terkesan angker dan ‘gawat’.”

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mencegah kerusakan lingkungan serta pengambilan sumber daya alam secara sembarangan. Hingga kini, sisa peninggalan yang masih dapat ditemukan hanya berupa beberapa pekarangan lama dan tiga makam kuno yang tetap dirawat warga.

Selain menjadi kawasan konservasi, Kampung Siluman juga berkembang sebagai ruang pelestarian budaya masyarakat lereng Merapi. Setiap menjelang bulan Suro dalam kalender Jawa, warga menggelar tradisi Kirab Pager Banyu yang menampilkan gunungan hasil bumi dan bibit pohon endemik Merapi sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga sumber mata air sekaligus mempertahankan kelestarian hutan di kawasan lereng Merapi. Perpaduan nilai sejarah, konservasi alam, budaya lokal, dan wisata petualangan inilah yang kemudian mengantarkan Kampung Siluman meraih penghargaan tingkat nasional.

Kisah Kampung Siluman menjadi bukti bahwa kawasan yang pernah hancur akibat bencana dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata edukatif yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga warisan sejarah dan lingkungan, sebagaimana diberitakan Hr Online, Selasa, (16/06/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kampung Sungai Sireh Modernisasi Pertanian dengan Teknologi Drone

PDF 📄TANJONG KARANG – Modernisasi pertanian dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi fokus pembangunan Kampung Sungai …

Zeliang dan Yimkhuing Perkuat Persaudaraan Lewat Festival Budaya

PDF 📄PEREN – Persatuan antarsuku dan pelestarian identitas budaya menjadi pesan utama dalam hari kedua …

Khao Sok Bidik Pariwisata Berkelanjutan, Ekonomi Warga Lokal Jadi Perhatian

PDF 📄Pengembangan pariwisata Khao Sok di Thailand hingga 2030 diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat lokal, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *