AN GIANG – Pemerintah Komune Vinh Thuan, Provinsi An Giang, Vietnam, memangkas jumlah dusun dari 17 menjadi 11 melalui program penataan wilayah permukiman dan penggabungan dusun. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyederhanakan tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan pedesaan.
Penataan wilayah dilakukan setelah Komune Vinh Thuan yang baru terbentuk menggabungkan dua komune sebelumnya, yakni Vinh Thuan dan Tan Thuan. Wilayah hasil penggabungan itu memiliki luas lebih dari 9.544 hektare dengan 7.916 kepala keluarga dan jumlah penduduk mencapai 30.760 jiwa.
Ketua Komite Rakyat Komune Vinh Thuan, Huynh Ngoc Nguyen, mengatakan evaluasi pemerintah menunjukkan terdapat enam dusun yang memiliki jumlah rumah tangga di bawah standar administratif sehingga dinilai kurang efisien untuk dipertahankan secara terpisah.
Menurutnya, keberadaan 17 dusun dan 150 kelompok masyarakat sebelumnya membuat struktur pemerintahan menjadi terlalu kompleks. Selain itu, jumlah tenaga nonspesialis di tingkat dusun mencapai 51 orang, ditambah 77 orang yang terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Setelah dilakukan kajian, pemerintah memutuskan mempertahankan lima dusun yang telah memenuhi standar dan berada di wilayah terpencil, yakni Ranh Hat, Kenh 14, Vinh Trinh, Lo Ren, dan Thang Loi. Sementara 12 dusun lainnya digabung menjadi enam dusun baru dengan mempertimbangkan kesamaan karakter wilayah, akses transportasi, serta kehidupan sosial budaya masyarakat.
“Menggabungkan wilayah-wilayah yang berdekatan dengan transportasi dan kehidupan budaya yang serupa akan membantu merasionalisasi ukuran dusun-dusun yang digabung, menciptakan landasan bagi terobosan dalam infrastruktur pedesaan,” tegas Huynh Ngoc Nguyen.
Dalam skema baru tersebut, sejumlah dusun digabung dan menggunakan nama wilayah yang dianggap paling representatif. Langkah itu diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih sederhana sekaligus memperkuat pembangunan kawasan pedesaan.
Selain penataan wilayah, pemerintah komune juga melakukan restrukturisasi sumber daya manusia. Jumlah pejabat paruh waktu tingkat dusun dikurangi dari 51 menjadi 33 orang, sedangkan personel organisasi kemasyarakatan ditetapkan sebanyak 66 orang.
Pemerintah setempat menerapkan persyaratan lebih ketat dalam pemilihan aparatur dusun. Selain harus memiliki pendidikan minimal setingkat sekolah menengah atas, calon aparatur diwajibkan memiliki kemampuan memobilisasi masyarakat, memahami kondisi wilayah, serta menguasai teknologi informasi untuk mendukung administrasi pemerintahan.
Komune Vinh Thuan juga menerapkan kebijakan untuk menghindari rangkap jabatan di tingkat dusun guna meningkatkan profesionalisme dan mencegah penumpukan kewenangan pada individu tertentu.
Ketika proses penyederhanaan organisasi berlangsung, pemerintah memastikan hak-hak aparatur yang terdampak tetap diperhatikan. Huynh Ngoc Nguyen menegaskan, “Proses penyelesaian tunjangan bagi mereka yang pensiun harus benar-benar terbuka, transparan, dan adil. Ini bukan hanya tentang gaji dan dukungan sesuai peraturan administrasi, tetapi yang lebih penting, ini tentang memahami pemikiran dan aspirasi mereka, mengakui kontribusi mereka untuk menciptakan konsensus, dan menjaga rasa kebersamaan dan semangat komunitas.”
Pemerintah komune juga mulai menyusun mekanisme konsultasi publik agar masyarakat dapat memberikan masukan terhadap rencana reorganisasi tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh perubahan administratif mendapat dukungan luas dari warga, sebagaimana dilansir Danviet, Selasa, (16/06/2026). Dengan struktur pemerintahan yang lebih ringkas dan efisien, Komune Vinh Thuan berharap pembangunan pedesaan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara