Satu-satunya Rumah Tersisa di Desa Hantu, Dijual Rp832 Juta

TRENGGALEK Sebuah rumah tua di Desa Troedrhiwfuwch, Inggris, menjadi perhatian publik karena menjadi satu-satunya bangunan hunian yang masih bertahan setelah seluruh permukiman di kawasan tersebut ditinggalkan akibat ancaman longsor. Rumah bernomor 2 Lawrence Terrace itu kini ditawarkan melalui lelang daring dan menyimpan kisah sejarah sebuah desa pertambangan yang berubah menjadi desa hantu.

Rumah tersebut akan dilelang pada 23 hingga 25 Juni 2026 waktu setempat dengan harga pembukaan 35.000 pound sterling atau sekitar Rp832 juta. Bangunan itu memiliki dua ruang tamu, dapur, kamar mandi, tiga kamar tidur, taman depan dan belakang, serta sebuah gudang.

Keberadaan rumah tersebut menjadi unik karena seluruh bangunan lain di desa telah dibongkar setelah pemerintah setempat memutuskan merelokasi warga akibat risiko pergerakan tanah yang berpotensi memicu longsor besar. Troedrhiwfuwch, yang dikenal sebagai Troedy, dulunya merupakan desa pertambangan batu bara yang berkembang dengan 94 rumah serta berbagai fasilitas publik seperti sekolah, perpustakaan, gereja, toko, pub, dan kantor pos.

Meski kini dikelilingi pepohonan lebat dan tampak terisolasi, rumah itu tetap berdiri kokoh di tengah bekas permukiman yang telah ditinggalkan puluhan tahun lalu. Selain rumah tersebut, hanya tersisa sebuah bekas kantor pos yang sudah tidak dihuni dan tugu peringatan perang sebagai penanda sejarah kawasan.

Broker Paul Fosh Auctions, Sean Roper, mengatakan properti tersebut menyimpan kisah yang belum terpecahkan. “Mengapa rumah tiga kamar tidur biasa ini bisa bertahan sementara yang lain hancur masih menjadi misteri, tetapi mungkin ini adalah kisah yang ingin diungkap oleh pemilik baru properti tersebut,” katanya, sebagaimana dilansir Detik pada Rabu, (17/06/2026).

Sebelum ditinggalkan, Troedrhiwfuwch menjadi pusat aktivitas masyarakat yang menggantungkan hidup pada industri batu bara. Rumah-rumah warga tersebar di High Street, Chapel Road, dan Lawrence Terrace, sementara berbagai fasilitas umum mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Namun, kondisi geografis kawasan perbukitan di sekitar desa kemudian dinilai membahayakan keselamatan warga. Pemerintah setempat memutuskan seluruh penduduk harus pindah ke lokasi yang lebih aman guna menghindari potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kini, rumah nomor 2 Lawrence Terrace bukan hanya menjadi aset properti yang diperjualbelikan, tetapi juga simbol terakhir yang merekam jejak kehidupan sebuah komunitas yang pernah tumbuh dan berkembang sebelum akhirnya menghilang karena ancaman alam. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jembatan Garuda Jadi Penopang Akses Pertanian dan Ekonomi Pedesaan PPU

PDF đź“„PENAJAM PASER UTARA – Akses warga menuju lahan pertanian dan pusat kegiatan ekonomi di …

Bantuan Bibit hingga Pemeriksaan Kesehatan Warnai Kunjungan Bupati Karo

PDF đź“„KARO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat Kecamatan Kutabuluh melalui …

Ngaben Kinembulan Desa Adat Kubu Berlangsung Lancar hingga Malam Hari

PDF đź“„BANGLI – Sebanyak 106 jenazah mengikuti rangkaian Pitra Yadnya Ngaben Kinembulan yang digelar secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *