Posyandu Desa Majungan Maksimalkan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

PAMEKASAN Upaya percepatan pencegahan stunting di tingkat desa terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan dan kader, tetapi juga mendapat pendampingan langsung dari aparat kewilayahan guna memastikan pemantauan tumbuh kembang balita berjalan optimal.

Kegiatan Posyandu Cempaka 1 yang berlangsung di Dusun Morlaok, Desa Majungan, Kamis (4/6/2026), memberikan layanan kesehatan bagi balita berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian Vitamin A, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk menekan risiko stunting sejak usia dini.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0826-06/Pademawu, Muhamad Bahri, turun langsung mendampingi jalannya kegiatan. Kehadiran Babinsa dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap program kesehatan ibu dan anak yang dijalankan di tingkat desa.

“Pendampingan ini bertujuan untuk memotivasi para orang tua. Khususnya ibu-ibu yang memiliki balita agar rutin datang ke posyandu setiap bulan,” ujar Bahri, sebagaimana diberitakan Rega Media, Jumat, (05/06/2026).

Menurutnya, Posyandu memiliki fungsi penting dalam memantau perkembangan anak secara berkala sehingga potensi gangguan pertumbuhan dapat dideteksi lebih awal. Dengan pemantauan yang konsisten, langkah pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Jika kondisi kesehatan anak terpantau sejak awal, risiko stunting bisa kita cegah bersama. Ini investasi penting untuk menciptakan generasi yang cerdas dan berkualitas,” tambahnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pemeriksaan rutin bagi balita. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak sejak dini.

Partisipasi aktif warga dalam kegiatan Posyandu mendapat apresiasi karena menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan keluarga. Sinergi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, Pemerintah Desa (Pemdes), dan Babinsa dinilai menjadi modal penting dalam mendukung target penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

“Langkah bersama ini menjadi modal utama demi mewujudkan Indonesia bebas stunting,” pungkas Bahri. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kemendagri Perkuat Peran Pemda dalam Menuntaskan Reforma Agraria

PDF đź“„JAKARTA – Pelaksanaan reforma agraria di daerah membutuhkan kesiapan pemerintah daerah (Pemda), terutama dalam …

Pemilik Senapan Angin Jadi Tersangka, Polisi Tak Lakukan Penahanan

PDF đź“„SITUBONDO – Polisi tidak menahan Burianto, warga Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, setelah …

Pramuka Pekalongan Bawa Pesan Gotong Royong Lewat Tunas Kelapa

PDF đź“„PEKALONGAN – Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 dimanfaatkan Gerakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *