Dana Desa Banjarsari Terpangkas, Program Nonprioritas Ditunda

KULON PROGO Penurunan alokasi Dana Desa di Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo memaksa pemerintah kalurahan melakukan penyesuaian program pembangunan pada 2026. Anggaran yang diterima hanya sekitar Rp366,6 juta atau turun hampir 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp1,002 miliar, sehingga prioritas difokuskan pada pelayanan dasar masyarakat dan penanganan dampak bencana.

Sekretaris Kalurahan Banjarsari, Riyadi, mengatakan penggunaan Dana Desa tahun ini diarahkan untuk mendukung program yang telah ditetapkan pemerintah, meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT), layanan kesehatan masyarakat, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta penanganan infrastruktur terdampak bencana.

“Fokus penggunaan Dana Desa tahun ini mengikuti prioritas yang ditetapkan pemerintah. Kami mengutamakan BLT, penyelenggaraan posyandu, PAUD, layanan kesehatan masyarakat, dan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana,” kata Riyadi, sebagaimana diberitakan Hariane, Jumat, (05/06/2026).

Berkurangnya anggaran membuat sejumlah rencana pembangunan fisik yang sebelumnya telah diusulkan tidak dapat direalisasikan pada tahun ini. Pemerintah kalurahan memilih memusatkan anggaran pada lokasi yang dinilai paling mendesak untuk ditangani.

“Yang paling terdampak adalah pembangunan infrastruktur. Beberapa ruas jalan yang sebenarnya sudah lama membutuhkan perbaikan terpaksa kami tunda karena prioritas saat ini adalah penanganan lokasi yang terkena longsor dan kerusakan akibat bencana,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah pekerjaan infrastruktur tetap dilaksanakan, antara lain pembangunan talut jalan pada area terdampak longsor, perbaikan jembatan kecil yang rusak, serta pengerasan jalan menggunakan metode makadam pada beberapa titik prioritas.

Selain sektor pembangunan, Dana Desa juga dialokasikan untuk mendukung operasional 14 pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan satu Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang melayani ibu hamil, balita hingga lanjut usia (lansia). Sementara program BLT Dana Desa diberikan kepada 14 warga penerima manfaat dengan nilai bantuan Rp300 ribu per bulan.

Di bidang pendidikan, pemerintah kalurahan memastikan insentif tenaga pendidik PAUD tetap dipertahankan. Terdapat lima lembaga PAUD di Banjarsari dengan guru yang menerima insentif sekitar Rp500 ribu per bulan, sedangkan guru pendamping memperoleh Rp450 ribu per bulan.

“Untuk honor guru PAUD tidak ada pemangkasan. Kami tetap berusaha memberikan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Riyadi menegaskan pemerintah kalurahan akan terus mengutamakan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat meski ruang fiskal semakin terbatas.

“Kami berusaha memastikan program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat tetap terlaksana, sementara kegiatan yang belum mendesak harus ditunda terlebih dahulu,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pemkab Halsel Siapkan Rp80 Miliar Benahi Jalan Perkotaan

PDF 📄HALMAHERA SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) mengarahkan sekitar Rp80 miliar untuk …

Pramuka Pekalongan Bawa Pesan Gotong Royong Lewat Tunas Kelapa

PDF 📄PEKALONGAN – Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 dimanfaatkan Gerakan …

Angkat Batu Bersama, Warga dan Babinsa Perkuat Kemanunggalan

PDF 📄NAGAN RAYA – Kerja bakti bersama menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan aparat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *