Dari Sungai Desa ke Destinasi Favorit, Kali Pangus Terus Dibenahi

KABUPATEN SEMARANG Kolaborasi antara Desa Kalisidi dan Desa Lerep di Kecamatan Ungaran Barat mulai diperkuat menyusul meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Kali Pangus, destinasi wisata sungai yang belakangan viral di media sosial dan dinilai berpotensi mendorong perekonomian masyarakat desa.

Kawasan wisata yang berada di perbatasan kedua desa tersebut menawarkan aliran sungai jernih, bebatuan alami, serta panorama sawah terasering dan pepohonan hijau yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Seiring melonjaknya jumlah pengunjung, pemerintah desa bersama masyarakat mulai menyiapkan sistem pengelolaan terpadu guna menjaga kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan kawasan.

Ketua Karang Taruna Desa Lerep, Ahsanul Ahsan, mengatakan popularitas Kali Pangus meningkat setelah konten yang dibuat warga dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebar luas di berbagai platform media sosial.

“Awalnya, kami sering membawa tamu dari Pokdarwis Rukun Santoso ke sini, bahkan ada tamu dari Malaysia, Rusia, dan Thailand.”

“Waktu itu, tempat ini belum seramai sekarang.”

“Kemudian, saat ada mahasiswa KKN, kami ajak ke sini untuk membuat konten. Setelah itu mulai banyak orang berdatangan,” ujarnya sebagaimana diberitakan Tribun Banyumas, Jumat (05/06/2026).

Menurut Ahsan, perubahan aliran sungai akibat longsor yang terjadi di kawasan Watu Kelir justru membuat debit air Kali Pangus bertambah sehingga memperindah kawasan tersebut.

“Dulu, airnya tidak sederas sekarang. Setelah terjadi longsor di atas, aliran air mengarah ke sini semua.”

“Awalnya musibah di atas, ternyata membawa berkah bagi kawasan di bawah,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas wisata, Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisidi dan Pemdes Lerep melalui Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) sepakat melakukan pengelolaan bersama. Retribusi kebersihan direncanakan mulai diberlakukan sebesar Rp2.000 per pengunjung, sementara biaya penitipan kendaraan roda dua sebesar Rp2.000.

“Kamis sudah koordinasi dua pihak desa yaitu Kalisidi dan Lerep. Kami akan kelola agar kebersihan tetap terjaga.”

“Retribusi buat beli plastik sampah perawatan dan lain-lain. Jadi, kita koordinasi dengan pengelola antara Kalisidi dan Lerep agar sama. Kami buat Sidokarep yaitu Kalisidi dan Lerep,” terangnya.

Kepala Desa (Kades) Kalisidi, Dimas Prayitno Putra, menegaskan pengelolaan bersama dilakukan untuk memastikan aktivitas wisata tetap tertata dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan.

“Yang penting, saat ini, ada pengendalian bersama, terutama soal sampah dan aturan yang harus dipahami pengunjung,” ujarnya.

Dimas menjelaskan sebagian besar lahan di sekitar lokasi merupakan milik warga. Karena itu, pengembangan fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, ruang ganti, tempat penitipan barang, warung, hingga kolam terapi ikan akan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama pengelolaan.

Ia berharap pengembangan wisata sungai tersebut mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga tanpa menghilangkan fungsi kawasan sebagai ruang rekreasi alam yang terjangkau bagi masyarakat.

“Harapannya masyarakat bisa mengakses tempat ini dengan aman, biaya murah, dan kebersihannya tetap terjaga,” ucapnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Misteri Hilangnya Nelayan Desa Rejai, Sampan Ditemukan Tanpa Penghuni

PDF 📄LINGGA – Upaya pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Buyu Besar, Kecamatan …

Pemprov Babel Perkuat Aksi Bersih Lingkungan Lewat Penanaman Mangrove

PDF 📄BANGKA TENGAH – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Desa Baskara Bakti, Kabupaten Bangka …

Desa Piji Salurkan Bantuan Pangan untuk Seribu Lebih Warga

PDF 📄KUDUS – Sebanyak 1.031 warga Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menerima bantuan pangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *