Pendidikan Vokasi Sentuh Desa, Ekonomi Warga Lebijaga Berpeluang Tumbuh

NGADA Program SMK Membangun Desa yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat apresiasi dari masyarakat Kelurahan Lebijaga, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Program tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan keterampilan warga sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Kelurahan Lebijaga menjadi salah satu dari tiga wilayah di NTT yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan vokasi. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan potensi pangan lokal, kerajinan tenun, serta peningkatan kapasitas kelompok usaha masyarakat.

Lurah Lebijaga, Leonardus Longa, menilai program tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengoptimalkan berbagai potensi daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Kami menyampaikan terima kasih karena Kelurahan Lebijaga dipilih sebagai salah satu titik fokus pelaksanaan kegiatan ini. Tentu kesempatan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Leonardus saat ditemui di Bajawa, Jumat (05/06/2026), sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Jumat (05/06/2026).

Menurut Leonardus, Program SMK Membangun Desa memberi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mengolah sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Ngada, Marselina Anna Mali Dua, menjelaskan peserta memperoleh pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis kearifan daerah selama tiga hari kegiatan berlangsung.

Selain pelatihan pangan lokal, lima kelompok perajin tenun juga mendapatkan pendampingan teknis mulai dari pemintalan benang, proses penenunan, hingga teknik pencelupan dan pewarnaan kain. Para peserta turut menerima bantuan peralatan tenun dan bahan pendukung agar dapat melanjutkan produksi secara mandiri setelah program selesai.

“Kelompok-kelompok ini juga mendapatkan bantuan berupa peralatan tenun dan bahan pendukung agar setelah pelatihan mereka dapat terus berproduksi dan berkembang secara mandiri,” ujar Marselina.

Marselina berharap program tersebut dapat melahirkan lebih banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

“Kami berharap dari pelatihan ini lahir UMKM-UMKM baru. Dengan demikian, setiap kelompok dapat memperoleh keuntungan ekonomi yang bermanfaat bagi anggota dan keluarganya,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan didampingi guru-guru dari enam SMK yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dan pengolahan hasil pangan. Peserta tidak hanya dibekali keterampilan produksi, tetapi juga pengetahuan tentang perencanaan usaha dan penghitungan bisnis agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing di pasar.

“Produk yang dibuat tidak hanya diajarkan cara produksinya, tetapi juga bagaimana menghitung biaya dan peluang usaha agar ke depan dapat memberikan keuntungan bagi kelompok,” tutupnya.

Program SMK Membangun Desa diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu menghubungkan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah desa dan kelurahan di NTT. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Misteri Hilangnya Nelayan Desa Rejai, Sampan Ditemukan Tanpa Penghuni

PDF 📄LINGGA – Upaya pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Buyu Besar, Kecamatan …

Pemprov Babel Perkuat Aksi Bersih Lingkungan Lewat Penanaman Mangrove

PDF 📄BANGKA TENGAH – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Desa Baskara Bakti, Kabupaten Bangka …

Desa Piji Salurkan Bantuan Pangan untuk Seribu Lebih Warga

PDF 📄KUDUS – Sebanyak 1.031 warga Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menerima bantuan pangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *