Tradisi Hajat Bumi Jadi Perekat Persaudaraan Warga Linggamukti

PURWAKARTA Tradisi Hajat Bumi atau Hajat Lembur kembali menjadi ajang memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan tahunan yang diwariskan secara turun-temurun itu tidak hanya menjadi wujud rasa syukur atas hasil pertanian, tetapi juga sarana menjaga identitas budaya desa di tengah perkembangan zaman.

Ribuan warga mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dengan menampilkan arak-arakan dongdang berisi hasil bumi. Berbagai komoditas pertanian seperti padi, sayuran, buah-buahan, dan hasil kebun lainnya dibawa berkeliling sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas keberkahan yang diperoleh selama setahun terakhir.

Kepala Desa (Kades) Linggamukti Toto Iskandar mengatakan tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai agenda rutin tahunan yang memiliki nilai sosial dan budaya bagi masyarakat desa.

“Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat,” kata Toto, sebagaimana diberitakan Media Kampung, Rabu, (03/06/2026).

Menurutnya, pelestarian Hajat Lembur juga bertujuan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan tetap memahami sejarah lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kami ingin generasi muda mengetahui bahwa tradisi ini bukan hanya seremonial, tetapi memiliki makna tentang kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah membangun desa ini,” ujarnya.

Selain prosesi adat, kegiatan tersebut turut diisi beragam hiburan rakyat yang menarik antusiasme masyarakat. Warga dari berbagai kalangan memadati lokasi acara untuk menyaksikan pertunjukan seni yang menjadi bagian dari perayaan tahunan tersebut.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang hadir dalam kegiatan itu menilai Hajat Bumi memiliki peran penting dalam menjaga kohesi sosial sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat pedesaan.

“Hajat Bumi menjadi perekat yang menghimpun seluruh elemen masyarakat, menyatukan mereka dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat,” ujar Saepul Bahri Binzein.

Keberlangsungan Hajat Lembur di Desa Linggamukti menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan sebagai fondasi pembangunan sosial desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Administrasi Desa Simanobak Diuji, Tim Monitoring PKK Sumut Turun Langsung

PDF đź“„TOBA – Penilaian tertib administrasi tingkat provinsi menjadi momentum bagi Desa Simanobak, Kecamatan Silaen, …

Desa Tesbatan Bidik Status Desa Ekowisata Unggulan di NTT

PDF đź“„KABUPATEN KUPANG – Upaya mendorong Desa Tesbatan menjadi destinasi ekowisata berkelanjutan terus diperkuat melalui …

Super El Nino Mengintai, Bupati Kampar Gerakkan Desa Bangun Kanal

PDF đź“„KAMPAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar menginstruksikan seluruh pemerintah desa dan kelurahan di wilayah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *