BINTAN – Insiden yang melibatkan sembilan wisatawan mancanegara saat mengikuti tur mangrove di Sungai Sebong, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan (Bintan), menjadi perhatian berbagai pihak karena terjadi di salah satu destinasi wisata unggulan daerah tersebut.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Minggu (31/5/2026) ketika rombongan wisatawan asal Malaysia dan Singapura tengah menyusuri kawasan hutan mangrove menggunakan kapal wisata. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penelusuran oleh pihak berwenang.
Informasi awal menyebutkan sembilan warga negara asing (WNA) mengalami insiden tenggelam saat berada di perairan Sungai Sebong. Aparat dan instansi terkait masih mengumpulkan data untuk memastikan kronologi kejadian serta kondisi seluruh korban.
Penjabat Kepala Desa (Kades) Sebong Lagoi, Syamsul Kamal, mengaku belum memperoleh laporan lengkap ketika pertama kali dimintai keterangan terkait insiden tersebut.
“Saya baru mengetahui informasi ini. Akan saya cari tahu lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Terima kasih atas informasinya,” ujar Syamsul Kamal, sebagaimana diwartakan Kepriraya, Rabu, (03/06/2026).
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bintan Utara, Jul Ilham, membenarkan adanya peristiwa yang melibatkan wisatawan dalam kegiatan tur mangrove di kawasan wisata Lagoi.
Menurut informasi yang dihimpun, kepolisian bersama sejumlah instansi terkait saat ini masih melakukan pendalaman guna mengetahui penyebab kejadian, rangkaian peristiwa, serta dampak yang ditimbulkan terhadap para wisatawan.
Sungai Sebong selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam andalan Bintan yang menawarkan pengalaman menyusuri ekosistem mangrove. Kawasan tersebut kerap menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara karena keindahan alam dan keanekaragaman hayatinya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam aktivitas wisata berbasis alam. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai insiden tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan standar keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata mangrove di Bintan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara