SAMOSIR – Danau Toba terus diperkuat sebagai destinasi unggulan nasional melalui pengembangan desa wisata yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan pengalaman wisata berbasis masyarakat. Kawasan yang berstatus Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) sejak 2019 itu menawarkan beragam aktivitas wisata sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Danau Toba yang terbentuk akibat letusan supervolcano Gunung Api Purba Toba sekitar 74.000 tahun lalu memiliki luas sekitar 1.145 kilometer persegi dan kedalaman mencapai 450 meter. Kawasan ini dikenal sebagai danau vulkanik terbesar di dunia serta menjadi salah satu magnet utama pariwisata Indonesia.
Selain wisata air seperti berkeliling danau menggunakan sampan atau kayak, berenang, ski air, hingga menyelam, wisatawan juga dapat menikmati wisata alam melalui kegiatan trekking ke Bukit Holbung yang menawarkan panorama Danau Toba dari ketinggian.
Daya tarik lain yang terus dikembangkan adalah jaringan desa wisata di Pulau Samosir. Desa wisata Huta Tinggi, Tomok, dan Ambarita menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah, tradisi, dan budaya Batak Toba.
Di Desa Huta Tinggi, wisatawan dapat menyaksikan rumah adat Batak Toba serta berbagai kesenian tradisional yang masih terjaga. Sementara itu, Desa Tomok dikenal dengan Kompleks Makam Raja Sidabutar yang memiliki nilai sejarah tinggi serta sentra kerajinan dan cendera mata khas masyarakat setempat.
Desa Ambarita juga menawarkan jejak sejarah melalui kursi batu persidangan yang dahulu digunakan sebagai tempat pengadilan adat. Adapun Desa Lumban Suhi-Suhi menjadi pusat produksi kain tenun ulos yang dikerjakan secara tradisional oleh para perajin lokal.
Untuk wisata berbasis alam, Desa Hariarapohan, Desa Partungko Naginjang, dan Desa Ekowisata Silimalombi menghadirkan pengalaman berbeda. Wisatawan dapat menikmati kehidupan masyarakat desa, menjelajahi kawasan persawahan dan kebun kopi, hingga menyaksikan keindahan Danau Toba dari berbagai sudut pandang.
Keberadaan desa-desa wisata tersebut memperkuat posisi Danau Toba sebagai kawasan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga mengangkat budaya dan kehidupan masyarakat lokal sebagai daya tarik utama, sebagaimana diwartakan Good News From Indonesia, Rabu, (03/06/2026). Pengembangan desa wisata di kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara