Desa Jambi Simpan Jejak Sejarah Sriwijaya, Fakta atau Legenda?

NGANJUK Desa Jambi di Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk (Nganjuk) menyimpan warisan cerita sejarah yang terus bertahan di tengah masyarakat. Desa tersebut diyakini memiliki kaitan dengan keberadaan pasukan Melayu dari Sriwijaya yang disebut pernah singgah dan terlibat pertempuran di wilayah Anjuk Ladang pada sekitar abad ke-10, meski hingga kini belum ditemukan bukti ilmiah yang memastikan kebenaran kisah tersebut.

Cerita yang berkembang secara turun-temurun menyebut pasukan dari Sumatera datang menggunakan armada kapal melalui aliran Sungai Brantas kuno dan mendarat di pelabuhan kuno Bandaralim. Warga setempat bahkan meyakini bentangan area persawahan di Desa Jambi merupakan bekas jalur aliran Bengawan Brantas pada masa lampau.

Namun demikian, Petugas Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) Nganjuk, Aries Trio Efendi, menegaskan kisah keterkaitan Desa Jambi dengan pasukan Sriwijaya masih sebatas tradisi lisan yang diwariskan masyarakat.

“Belum pernah dilakukan kajian maupun penelitian khusus untuk memastikan kebenaran cerita tersebut,” ujar Aries kepada detikJatim sebagaimana dilansir Detik, Senin (25/05/2026).

Meski belum terbukti secara akademis, sejumlah peninggalan sejarah ditemukan di sekitar kawasan tersebut. Salah satunya adalah Prasasti Wwahan yang ditemukan di Dusun Bandaralim, Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom, yang lokasinya berada di sebelah barat Desa Jambi.

Menurut Aries, prasasti tersebut berasal dari masa Raja Dharmawangsa Teguh sekitar tahun 1016 Masehi dan tidak sezaman dengan masa pemerintahan Pu Sindok yang kerap dikaitkan dalam cerita rakyat setempat.

“Prasasti Wwahan berasal dari masa Raja Dharmawangsa Teguh sekitar tahun 1016 Masehi, jadi tidak sezaman dengan Pu Sindok,” ungkap Aries.

Selain prasasti, ditemukan pula sisa-sisa reruntuhan bangunan yang diduga merupakan candi. Namun hingga kini, asal-usul, bentuk, serta periode pembangunan struktur tersebut masih belum dapat dipastikan karena belum ada penelitian lebih lanjut.

Sementara itu, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nganjuk, Sukadi, menyebut asal-usul nama Desa Jambi juga masih menjadi bahan kajian. Menurutnya, terdapat beberapa versi yang berkembang terkait penamaan desa tersebut.

Salah satu petunjuk sejarah berasal dari Prasasti Bangle I yang ditemukan di wilayah hutan Desa Bangle, Kecamatan Lengkong, Nganjuk. Prasasti yang berasal dari tahun 908 Masehi pada masa Kerajaan Medang di era Raja Dyah Balitung itu mencantumkan nama Jambi.

“Dalam prasasti itu nama Jambi sudah disebut,” ujarnya.

Selain berasal dari catatan prasasti kuno, Sukadi menjelaskan nama Desa Jambi juga diduga berakar dari toponimi pohon jambe yang dahulu banyak tumbuh di kawasan tersebut. Beragam versi tersebut menunjukkan bahwa sejarah Desa Jambi masih menyimpan banyak ruang untuk penelitian lebih lanjut guna mengungkap asal-usul dan peran wilayah tersebut dalam perjalanan sejarah Nganjuk. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Karnaval Cilangkap Jadi Panggung Budaya dan Kebersamaan Warga

PDF 📄PURWAKARTA – Warga Desa Cilangkap, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memadukan pelestarian budaya, …

Semangat Kemerdekaan Warga Tarikolot Tumbuh Lewat Hiburan Rakyat

PDF 📄BOGOR – Warga Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memaknai peringatan Hari …

Karnaval Budaya Desa Nagrak Jadi Panggung Generasi Muda

PDF 📄BOGOR – Semangat pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *