Warga Desa Bobong Gotong Royong Tambal Jalan Rusak, Proyek Pemda Masih Ditender

PULAU TALIABU Warga Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu (Taliabu), Maluku Utara, terus melakukan perbaikan jalan berlubang secara swadaya karena belum adanya penanganan langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taliabu. Aksi gotong royong tersebut dilakukan dengan menimbun sejumlah ruas jalan rusak menggunakan material pasir guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Perbaikan mandiri itu menyasar beberapa titik kerusakan jalan yang dinilai cukup parah, di antaranya jalur kiri dari bundaran Desa Wayo menuju arah timur ke barat, jalan poros Desa Wayo di kawasan tempat hiburan malam, serta pertigaan Toko RB di area jogging track Desa Bobong. Sejumlah titik lain juga dikabarkan telah diperbaiki warga meski belum seluruhnya terpantau.

Langkah warga muncul sebagai respons atas kondisi infrastruktur yang belum mendapatkan penanganan cepat. Masyarakat secara sukarela mengumpulkan material dan tenaga untuk menutup lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Meski demikian, upaya tersebut sempat mendapat sorotan dari Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Taliabu, Ismail Tiwu. Ia menilai material yang digunakan warga belum cukup ideal untuk memberikan ketahanan jalan dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut terbukti ketika material pasir yang digunakan untuk menimbun jalan sepanjang sekitar 100 meter di kawasan bundaran Wayo berubah menjadi becek dan berlumpur setelah diguyur hujan.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Taliabu, Ahmad Tahir Tarauntu, memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan program peningkatan jalan dalam wilayah Desa Bobong sepanjang 900 meter.

“Kita fokuskan pada titik-titik jalan rusak dalam Bobong, jalan-jalan berlubang akan kita tutup menggunakan aspal butas (buton aspal),” ujar Ahmad Tahir, sebagaimana diberitakan Tribun Ternate, Minggu, (24/05/2026).

Menurutnya, perbaikan akan difokuskan pada sejumlah ruas yang mengalami kerusakan berat, meliputi area bundaran Desa Wayo menuju jalan kafe, kawasan bundaran Bobong, depan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bobong, hingga ruas jalan di depan Warung Makan Mas Bima.

Program peningkatan jalan tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp2,4 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Saat ini proses pelaksanaannya masih berada dalam tahap tender melalui Kelompok Kerja (Pokja) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Taliabu. Kehadiran proyek itu diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang lebih aman dan layak sekaligus mengakhiri ketergantungan pada perbaikan swadaya warga. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Baru Perekonomian Kampung di Papua

PDF 📄BIAK NUMFOR – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Kampung Warsansan, Distrik …

Dugaan Penyerobotan Lahan Wakaf Hambat Pembangunan KDMP di Lembata

PDF 📄LEMBATA – Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Rumang, Kecamatan Buyasuri, …

JBZ Jabar Dorong Generasi Muda Leuwimunding Peduli Lingkungan

PDF 📄MAJALENGKA – Upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan terus diperkuat di Desa Leuwimunding, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *