Pemprov Jateng Genjot Inovasi KDKMP, Wisata dan Produk Lokal Jadi Fokus

SEMARANG Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah terpencil untuk mengembangkan model usaha berbasis wisata dan penguatan ekonomi lokal. Langkah ini dinilai menjadi solusi agar koperasi di kawasan pegunungan maupun daerah dengan akses terbatas tetap mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Salah satu contoh yang mendapat perhatian berada di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, yang terletak di lereng Gunung Prau pada ketinggian sekitar 1.385 meter di atas permukaan laut. Lokasi koperasi tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis koperasi.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jateng, Eddy Sulistiyo Bramianto, mengatakan koperasi yang berada di kawasan kurang strategis perlu didorong melalui inovasi usaha yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

“Untuk pendekatan dengan KDKMP yang lokasinya kurang strategis seperti berada di pegunungan atau area hutan dilakukan dengan terus memberikan inovasi usaha yang sekiranya potensial di daerah tersebut,” kata Eddy Sulistiyo Bramianto kepada Tribun Jateng, sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Minggu, (24/05/2026).

Menurutnya, salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah menjadikan koperasi sebagai destinasi wisata di kawasan pegunungan sehingga mampu menarik kunjungan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Selain inovasi tersebut tentunya juga perlunya dukungan aktif dari pemda setempat untuk dapat mendukung kegiatan KDMP,” terangnya.

Selain pengembangan sektor wisata, Pemprov Jateng juga mendorong KDKMP memperluas kemitraan usaha dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta sektor swasta. Upaya tersebut dibarengi dengan pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan nilai tambah produk lokal desa, termasuk pengolahan hasil perikanan dan komoditas unggulan lainnya.

“Selain itu Dinkop juga berupaya agar KDMP dapat bermitra dengan himbara atau lembaha keuangan seperti LPDB serta KSP/KSPPS utk akses permodalannya, seperti program kakak asuh,” terangnya.

Pemprov Jateng juga menyiapkan peran KDKMP sebagai agregator produk desa dan offtaker bagi komoditas yang dihasilkan masyarakat sehingga keberlanjutan usaha koperasi dapat terjaga.

“Bahkan, KDKMP bisa menjadi offtaker untuk desa yang memiliki potensi Sumber daya alam yang bisa dijual sehingga aspek kelembagaan maupun usahanya bisa tetap berkelanjutan,” bebernya.

Di sisi lain, pengembangan KDKMP masih menghadapi kendala berupa keterbatasan lahan untuk pembangunan gedung koperasi. Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025, pembangunan KDKMP memerlukan lahan sekitar 1.000 meter persegi dan mengutamakan pemanfaatan aset milik pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

“Iya, terkait pembangunan gedung terdapat kendala pada ketersediaan lahan di kabupaten/kota yang terbatas,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sejumlah desa memilih bergabung dengan desa terdekat dalam pengembangan koperasi. Salah satu contoh terjadi di Kabupaten Purworejo, di mana puluhan desa bergabung karena jumlah penduduk produktif yang terbatas.

“Ada di Purworejo 40 desa bergabung dengan desa terdekat karena desa tersebut kurang produktif dengan jumlah penduduk produktif kurang dari angka 500,” katanya.

Kondisi serupa juga dialami KDKMP di Kabupaten Boyolali. Ketua KDKMP Siswodipuran Boyolali, Edi Muhammad Ismail, mengaku koperasi yang dipimpinnya belum dapat membangun kantor sendiri karena tidak tersedia tanah kas desa.

“Untuk mengakalinya, kami menumpang satu ruangan di gedung kelurahan,” jelasnya saat mengikuti acara pengukuhan dan rapat kerja pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jateng di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

Melalui inovasi usaha, penguatan kemitraan, dan dukungan pemerintah daerah, keberadaan KDKMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan sektor wisata berbasis potensi lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Baru Perekonomian Kampung di Papua

PDF 📄BIAK NUMFOR – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Kampung Warsansan, Distrik …

Dugaan Penyerobotan Lahan Wakaf Hambat Pembangunan KDMP di Lembata

PDF 📄LEMBATA – Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Rumang, Kecamatan Buyasuri, …

JBZ Jabar Dorong Generasi Muda Leuwimunding Peduli Lingkungan

PDF 📄MAJALENGKA – Upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan terus diperkuat di Desa Leuwimunding, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *