DEMAK – Pengembangan desa wisata di Kabupaten Demak dinilai menjadi strategi efektif untuk memperluas sebaran wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Dinas Pariwisata (Dinparta) Demak mendorong penguatan potensi budaya lokal dan tradisi khas desa agar mampu menjadi daya tarik baru di luar sektor wisata religi yang selama ini mendominasi kunjungan wisatawan.
Ketua Tim Kelompok Kerja Substansi Pengembangan Produk Objek dan Daya Tarik Wisata Dinparta Demak, Dian Yulaita, mengatakan desa wisata memiliki peran penting dalam menciptakan pemerataan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata. Menurutnya, kekayaan tradisi dan budaya yang tersebar di berbagai desa dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk menjelajahi wilayah Demak lebih luas.
“Wisata budaya di tingkat desa seharusnya menjadi pilar utama untuk pemerataan sebaran wisatawan agar tidak hanya bertumpu di pusat kota seperti Masjid Agung atau Kadilangu. Melalui ragam tradisi dan adat di desa wisata, kita bisa memperpanjang durasi kunjungan wisatawan sekaligus memastikan perputaran ekonomi pariwisata mengalir langsung ke masyarakat bawah,” katanya, sebagaimana dilansir Lingkar Tv, Minggu, (24/05/2026).
Ia menjelaskan, selama ini Demak dikenal sebagai tujuan wisata religi. Namun, sejumlah desa wisata mulai menunjukkan keunggulan budaya yang berpotensi menjadi alternatif destinasi bagi wisatawan.
“Demak sangat identik dengan wisata religinya. Namun desa wisata di wilayah pesisir juga memunculkan karakter budayanya sendiri, seperti Deswita Jatirogo dengan tradisi udik-udikan untuk bayi yang baru lahir putus tali pusar, Desa Wisata Morodemak dengan budaya baharinya, dan Desa Wisata Bungo yang konsisten menghidupkan tradisi tahunan sebagai daya tarik wisata,” urainya.
Keberagaman budaya tersebut dinilai mampu memperkaya pilihan destinasi wisata sekaligus memberikan nilai edukasi dan sejarah kepada para pengunjung. Selain menarik wisatawan, keberadaan desa wisata juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Dalam menjaga keaslian budaya lokal, Dinparta Demak menerapkan konsep wisata edukasi dan pengalaman atau experience tourism. Melalui pendekatan ini, wisatawan tidak hanya menikmati atraksi, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat desa.
“Pengelola deswita tidak hanya sekadar menyajikan tontonan tiruan, tetapi mengajak wisatawan berinteraksi langsung dengan cara hidup warga setempat. Keautentikan itu terjaga ketika wisatawan melihat atau terlibat langsung dalam proses aslinya, seperti pembuatan kerajinan lokal atau mengikuti ritual adat masing-masing desa wisata,” jelasnya.
Penguatan desa wisata diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian budaya lokal, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat desa di Demak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara