10 Desa Wisata Kaltim Berebut Tiga Besar, Penilaian Tahun Ini Makin Ketat

SAMARINDA – Proses seleksi Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 memasuki tahap krusial. Sebanyak 10 desa wisata finalis diuji melalui presentasi dan validasi data untuk memastikan kesiapan mereka menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya mengandalkan daya tarik alam, tetapi juga tata kelola profesional, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan ekonomi desa.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sapta Pesona Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim pada pertengahan Mei 2026 itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyiapkan desa wisata yang mampu bersaing di tingkat nasional. Setiap finalis diwajibkan memaparkan capaian dan strategi pengembangan desa wisata di hadapan tim juri independen.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa kompetisi tersebut bukan sekadar ajang menampilkan potensi wisata desa, melainkan sarana untuk mengukur kesiapan pengelolaan destinasi secara menyeluruh.

“Program ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi Pokdarwis di Kalimantan Timur untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan membangun kemitraan demi mewujudkan pariwisata daerah yang berdaulat dan berkelanjutan,” tegas Ririn, sebagaimana diberitakan Benuanta, Jumat, (22/05/2026).

Dalam proses penilaian, para peserta dinilai berdasarkan tiga instrumen utama. Pertama, lima aspek indikator desa wisata terbaik yang mengukur kesiapan operasional destinasi. Kedua, dimensi Wonderful Indonesia Awards (WIA) yang mencakup manajemen pengelola, kualitas produk wisata, fasilitas pendukung, pelestarian lingkungan, dan kelembagaan. Ketiga, Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 38 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada keberlanjutan wisata dan dampaknya terhadap ekonomi masyarakat desa.

Setiap desa wisata diberikan waktu 30 menit yang terdiri atas 15 menit pemaparan dan 15 menit sesi tanya jawab untuk meyakinkan dewan juri mengenai kualitas pengelolaan dan validitas data yang disampaikan.

Tim penilai berasal dari berbagai latar belakang profesional, yakni Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kaltim Wied Pratama, pemerhati budaya dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pelaku Pariwisata Indonesia (IPPRISIA) Marliana Wahyuningrum, serta akademisi pariwisata I Wayan Lanang Nala.

Adapun 10 finalis yang bersaing memperebutkan posisi tiga besar meliputi Desa Wisata Pampang di Kota Samarinda, Desa Wisata Satimpo Indah di Kota Bontang, Desa Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove di Kota Balikpapan, Desa Wisata Klempang Sari di Kabupaten Paser (Paser), Desa Wisata Bangun Rejo dan Desa Wisata Sangkuliman di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Desa Wisata Lutan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Desa Wisata Tanjung Isuy di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Desa Wisata Teluk Harapan di Kabupaten Berau (Berau), serta Desa Wisata Bhuana Sari Bumi Rapak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Setelah seluruh tahapan presentasi dan validasi selesai, dewan juri akan menetapkan tiga desa wisata terbaik untuk mengikuti visitasi lapangan. Tahap tersebut menjadi penentuan akhir guna memastikan kesesuaian antara paparan peserta dengan kondisi nyata di lapangan sekaligus mengukur dampak langsung pengembangan wisata terhadap masyarakat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Randupitu Wujudkan Desa Bersih Lewat Program Desa Cantik

PDF đź“„PASURUAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, resmi mengembangkan program “Desa …

Tumpukan Sampah 50 Meter Ganggu Warga Pesisir Pamekasan

PDF đź“„PAMEKASAN – Warga di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menghadapi …

Pesisir Branta Dipenuhi Limbah Rumah Tangga, Warga Keluhkan Minimnya Fasilitas

PDF đź“„PAMEKASAN – Tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung di kawasan pesisir Desa Branta Pesisir, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *