Kolaborasi Pemkab Gunungkidul dan UGM Perkuat Desa Wisata serta Layanan Digital

GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memperkuat pengembangan desa wisata sebagai strategi pemerataan manfaat sektor pariwisata setelah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut mencapai Rp26,18 miliar hingga Mei 2026. Langkah itu dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendampingi masyarakat desa dan mengembangkan konsep living lab government.

Capaian PAD wisata tersebut telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan sebesar Rp36,06 miliar. Kenaikan pendapatan didorong tingginya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi, mulai dari kawasan pantai selatan, geopark karst, hingga desa wisata yang terus berkembang sejak awal tahun.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai pertumbuhan sektor pariwisata harus mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki potensi wisata lokal.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kepercayaan wisatawan terhadap Gunungkidul semakin tinggi. Kami ingin momentum ini terus dijaga,” ujar Endah sebagaimana diberitakan Kabar Jawa, Kamis (21/05/2026).

Data Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Dispar Ekrafpora) Gunungkidul mencatat realisasi PAD wisata hingga Mei 2026 mencapai Rp26.188.276.215. Angka tersebut meningkat lebih dari Rp16 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp10 miliar.

Sekretaris Dispar Ekrafpora Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan tren kunjungan wisata terus meningkat sejak Januari. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah optimistis target PAD sektor wisata tahun ini dapat tercapai lebih cepat dari yang direncanakan.

“Perkembangan wisata Gunungkidul sangat bagus. Kami optimistis target PAD 2026 bisa terpenuhi pada pertengahan tahun,” kata Eko.

Hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 2.115.956 orang atau sekitar dua pertiga dari target 3,2 juta wisatawan sepanjang tahun. Selain destinasi pantai, wisata budaya, kawasan karst, dan desa wisata turut menjadi penyumbang utama peningkatan jumlah kunjungan.

Untuk memperkuat dampak ekonomi di tingkat desa, Pemkab Gunungkidul menggandeng UGM dalam pembinaan desa wisata berbasis potensi lokal. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kualitas layanan wisata, pendampingan masyarakat, hingga pengembangan peluang usaha baru melalui pendekatan riset.

Melalui konsep living lab government, mahasiswa, akademisi, dan peneliti diharapkan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat desa guna membantu penyelesaian berbagai persoalan pembangunan dan ekonomi. Pemkab Gunungkidul juga menawarkan 144 kalurahan yang tersebar di tujuh kapanewon sebagai lokasi pendampingan, terutama di wilayah yang masih menghadapi tingkat kemiskinan relatif tinggi.

Selain penguatan desa wisata, kolaborasi dengan UGM juga diarahkan pada pengembangan layanan publik berbasis teknologi melalui konsep mobile government. Inisiatif tersebut ditujukan untuk memperluas akses pelayanan hingga tingkat kalurahan dan wilayah terpencil sehingga transformasi digital dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Festival Budaya Kampung di Jepara Satukan Seni, Literasi dan Gotong Royong

PDF đź“„JEPARA – Tradisi rakyat yang tumbuh di lingkungan pedesaan kembali dihidupkan melalui Festival Memeden …

Keamanan Desa Merakan Diperkuat Melalui Patroli Dialogis Polisi

PDF đź“„LUMAJANG – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat melalui …

Bhabinkamtibmas Dengarkan Keluhan Warga Demi Cegah Gangguan Kamtibmas

PDF đź“„BANDUNG – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat desa terus dilakukan melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *