LOMBOK TENGAH – Penerapan pertanian organik di wilayah lahan kering mulai diperkuat di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Program yang dijalankan Universitas Mataram (Unram) melalui tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian itu diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Desa Pengembur dipilih karena memiliki potensi pertanian yang besar meskipun menghadapi tantangan musim kemarau panjang dan belum didukung jaringan irigasi teknis. Kondisi tersebut menjadikan pengembangan pertanian organik sebagai alternatif untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan pestisida sintetis.
Program pendampingan berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026 dengan melibatkan 24 kelompok tani aktif di desa tersebut. Salah satu mitra utama kegiatan adalah Kelompok Tani Remaja Tani yang dipimpin Pajarudin.
Melalui kegiatan tersebut, para petani mendapatkan pendampingan mulai dari survei lapangan, identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, hingga demonstrasi penerapan sistem pertanian organik secara langsung di lahan pertanian.
Kegiatan pengabdian masyarakat itu terbagi dalam tiga tim. Tim pertama dipimpin Ni Wayan Sri Suliartini yang fokus pada budidaya padi beras merah Inpago Unram secara organik. Tim kedua dipimpin I Wayan Sudika yang mengembangkan budidaya jagung stay green dengan sistem tunggal dan sistem jajar legowo. Sementara tim ketiga dipimpin Ruth Stella Thei yang menangani pengendalian hama dan penyakit tanaman dalam sistem pertanian organik.
Program tersebut lahir sebagai respons terhadap dampak perubahan iklim yang meningkatkan risiko kekeringan dan gagal panen di kawasan lahan kering. Selain itu, alih fungsi lahan pertanian produktif juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi guna menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Tim pengabdian Fakultas Pertanian Unram menilai pertanian organik mampu menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan sumber daya lokal, termasuk limbah pertanian dan bahan alami yang tersedia di sekitar lahan. Pendekatan ini juga dinilai dapat menekan biaya produksi petani di tengah meningkatnya harga pupuk kimia.
Sebagaimana diberitakan Berita Mandalika, Kamis, (21/05/2026), program tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan, menyediakan pangan sehat, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan petani desa.
Ke depan, Desa Pengembur ditargetkan menjadi desa percontohan pertanian organik di Kabupaten Lombok Tengah sekaligus model pengembangan pertanian berkelanjutan pada kawasan lahan kering di NTB. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara