SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi optimistis pengembangan 31 desa dan kampung wisata mampu menjadi penggerak baru ekonomi masyarakat desa sekaligus memperluas pembangunan berbasis potensi lokal di wilayah pedesaan.
Optimisme tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoilah, usai pengukuhan 31 desa dan kampung wisata di kawasan Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (13/5/2026).
Menurut Toha, pengembangan desa wisata di Kabupaten Sukabumi tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya dan lingkungan desa.
“Pengembangan desa wisata harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal,” kata Toha, sebagaimana dilansir Sukabumiupdate, Senin (18/05/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar berupa kekayaan alam, budaya, dan geologi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Karena itu, keterlibatan warga desa dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan wisata lokal.
“Desa wisata bukan hanya tentang tempat wisata, tetapi bagaimana masyarakat bisa tumbuh bersama melalui potensi yang dimiliki desa masing-masing,” ujarnya.
Toha menambahkan, tren wisata berbasis pengalaman dan kearifan lokal membuka peluang besar bagi desa wisata untuk berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan. Semangat gotong royong masyarakat juga disebut menjadi modal penting dalam membangun desa wisata yang mandiri dan berdaya saing.
“Semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi desa sangat luar biasa. Ini menjadi kekuatan penting untuk membangun desa wisata yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebanyak 31 desa dan kampung wisata yang dikukuhkan terdiri atas kategori rintisan, berkembang, hingga maju. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Sukabumi dalam memperluas pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah pedesaan secara merata.
Pemkab Sukabumi berharap keberadaan desa wisata mampu menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara