Desa Cabeyan Sukoharjo Simpan Kisah Lama tentang Cabai dan Hutan

SUKOHARJO – Legenda asal-usul Desa Cabeyan di Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), masih terus dijaga masyarakat setempat sebagai bagian dari identitas budaya desa yang diwariskan turun-temurun. Nama Cabeyan disebut berasal dari banyaknya tanaman cabai yang dahulu tumbuh subur di kawasan tersebut.

Desa Cabeyan dikenal sebagai wilayah yang tetap mempertahankan suasana pedesaan, tradisi gotong royong, serta kehidupan sosial masyarakat yang harmonis. Selain memiliki nilai sejarah, desa ini juga menjadi salah satu kawasan yang masih menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan wilayah perkotaan.

Berdasarkan cerita masyarakat, kawasan yang kini menjadi Desa Cabeyan dulunya merupakan hutan lebat dengan sebuah pohon beringin putih besar di tengahnya. Di sekitar lokasi itu tumbuh semak cabai dalam jumlah banyak hingga menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Seorang pengembara bernama Perjit kemudian datang dan menetap di wilayah tersebut karena merasa nyaman dengan kondisi alamnya. Ia membangun rumah sederhana dari bambu dan dedaunan, sekaligus memanfaatkan hasil alam sekitar untuk bertahan hidup.

Keberadaan Perjit perlahan menarik pendatang lain untuk tinggal dan membuka lahan pertanian. Tanaman cabai menjadi komoditas utama yang tumbuh subur di wilayah itu sehingga masyarakat kemudian menyebut kawasan tersebut dengan nama Cabeyan, yang diyakini berasal dari kata “caben-caben” atau cabai.

Selain dikenal melalui kisah legenda, masyarakat Desa Cabeyan juga masih mempertahankan aktivitas sosial dan ekonomi tradisional. Pasar Pon dan Pasar Kliwon tetap menjadi pusat kegiatan warga untuk berdagang sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga desa.

Desa Cabeyan terdiri atas sejumlah dukuh, yakni Banyuripan, Cabeyan, Plarung, Pundungsari, Ringinanom, Rejosari, dan Tundungan. Lokasinya berada sekitar 26 kilometer dari Kota Solo dengan waktu tempuh kurang lebih 51 menit menggunakan kendaraan pribadi.

Kisah asal-usul Desa Cabeyan tersebut sebagaimana diberitakan Tribunsolo, Senin (11/05/2026), menjadi bagian penting dalam menjaga sejarah serta identitas budaya masyarakat desa di Sukoharjo. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Vannivelampatti, Desa yang Mewariskan Nama Tokoh Komunis

PDF đź“„Tradisi memberi nama Marx, Lenin, dan tokoh komunis lainnya di Vannivelampatti menjadi cara warga …

Dari Trebisan ke Tarubasan, Begini Asal-usulnya

PDF đź“„KLATEN – Nama Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyimpan kisah yang …

Enam Angkatan, Program Benchmarking Bawa 100 Kepala Desa ke China

PDF đź“„KUNMING – Lebih dari 20 kepala desa dan perangkat terkait asal Indonesia membawa pulang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *