INTAN JAYA – Tradisi bakar batu yang melibatkan pemotongan satu ekor babi dan 250 ekor ayam mewarnai momen pelantikan Kepala Kampung Sanaba, Jhon Kogoya, di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sebagai bentuk penyatuan sosial dan penguatan kembali hubungan antarwarga tiga kampung.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (9/5/2026) ini bukan hanya menandai pergantian kepemimpinan di tingkat Kampung Sanaba, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi sosial bagi warga dari Kampung Soangama, Kampung Sanaba, dan Kampung Kulapa yang selama ini berupaya mempererat kembali hubungan kebersamaan di wilayah tersebut.
Kegiatan adat tersebut dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, kaum intelektual, hingga aparatur kampung yang berkumpul dalam satu momentum kebersamaan. Asap dari batu panas dalam prosesi bakar batu menjadi simbol doa dan harapan agar kepemimpinan baru dapat membawa stabilitas sosial dan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam acara yang juga menjadi ajang syukuran tersebut, Kepala Kampung Sanaba Jhon Kogoya menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab moral dan spiritual kepada masyarakat serta Tuhan.
“Saya berdiri di sini bukan karena kekuatan pribadi, melainkan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada sang pencipta dan seluruh warga,” kata Jhon dalam tulisannya, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Minggu (10/05/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin kampung tersebut. Jhon menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparatur kampung dan Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Selain itu, ia menekankan bahwa pelayanan publik harus dilakukan secara humanis dan berorientasi pada kebutuhan warga.
“Pelayanan yang humanis dan dekat dengan rakyat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Momentum ini sekaligus menjadi penanda harapan baru bagi masyarakat Sanaba dan kampung sekitarnya untuk memperkuat solidaritas sosial, meredam perbedaan masa lalu, serta membangun tata kelola kampung yang lebih inklusif dan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara