SUMBAWA BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak percepatan penurunan stunting hingga tingkat desa. Upaya itu ditegaskan melalui peluncuran intervensi serentak di Posyandu Muhajirin, Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Rabu (06/05/2026), yang melibatkan delapan kecamatan dan 65 desa secara daring.
Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa Barat, Hanipah, turun langsung memantau pelayanan Posyandu sekaligus memastikan program penanganan stunting berjalan efektif dan menyentuh masyarakat. Menurutnya, Posyandu menjadi fasilitas terdekat yang memiliki peran penting dalam pendataan serta intervensi kesehatan warga.
“Intervensi ini diarahkan untuk melakukan pendataan secara akurat terhadap seluruh sasaran. Camat, lurah, kepala desa, kader-kader posyandu harus secara detail mengetahui berapa sasaran yang kita kunjungi dan yang sudah terdata di daerah kita masing-masing,” tegas Wabup Sumbawa Barat tersebut, sebagaimana diberitakan Reportase 7, Rabu, (07/05/2026).
Berdasarkan laporan Camat Jereweh, Abdul Muthalib, di Kecamatan Jereweh terdapat empat desa dengan total 10.606 jiwa sasaran yang dilayani melalui 14 Posyandu dan didukung 158 kader. Data tersebut menunjukkan penanganan stunting dilakukan secara terstruktur hingga menyasar tingkat individu.
Pemkab Sumbawa Barat juga mencatat adanya penurunan angka stunting berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Pada Desember 2025, angka stunting berada di level 7,10 persen dan turun menjadi 6,7 persen pada Mei 2026.
Posyandu Muhajirin dipilih sebagai lokasi peluncuran program karena berhasil meraih predikat Juara I tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi Posyandu lain dalam memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, serta pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Sumbawa Barat, Khusnarti, Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, Carlof, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sumbawa Barat, Syaifuddin, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sumbawa Barat, I Made Budi Artha, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta kader Posyandu se-Sumbawa Barat.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Sumbawa Barat menargetkan pelayanan kesehatan berbasis desa semakin optimal dan mampu mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan di wilayah setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara