ALOR – Upaya menekan angka stunting di wilayah desa kembali diperkuat melalui aksi pembagian 287 paket makanan tambahan bergizi kepada anak-anak di Desa Fanating dan Desa Pailelang, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang digagas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Alor ini menyasar enam pos pelayanan terpadu (Posyandu) sebagai langkah konkret intervensi gizi di tingkat desa.
Aksi sosial tersebut dilaksanakan pada 27 April 2026 di dua desa yang berada di Kecamatan Teluk Mutiara dan Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD). Kedua desa dipilih karena belum terjangkau program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah, sehingga membutuhkan dukungan tambahan dari berbagai pihak.
Ketua DPC GAMKI Alor (Ketua) Dematrius Mautuka menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun GAMKI ke-64 sekaligus momentum syukur Paskah. “Aksi peduli kasih ini dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun GAMKI Nasional Ke-64 dan Syukur Paskah,” ujar Demas, sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Minggu (03/05/2026).
Ia merinci, bantuan makanan tambahan yang dibagikan berupa telur, kolak kacang hijau, dan susu kepada total 287 anak dari enam Posyandu, yakni Tominuku Pailelang 113 anak, Kolmas Kolalou Pailelang 31 anak, Gefance Fanating 31 anak, Sukamaju Fanating 38 anak, Melati Fanating 41 anak, dan Gefans Fanating 33 anak.
“Ada sekitar 287 anak yang kami layani makanan tambahan bergizi berupa telur, kolak kacang ijo dan susu. Titik pembagian tahun ini kami lakukan di Desa Fanating dan Pailelang karena dua desa ini meskipun dekat pinggiran Kota Kalabahi tapi belum terlayani makan bergizi gratis (MBG),” kata Demas.
Menurut Demas, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT tahun 2025, jumlah balita stunting di Kabupaten Alor mencapai 2.184 anak atau sekitar 31,4 persen.
“Program ini kami lakukan setiap tahun sejak periode kami tahun 2023-2026. Selama periode itu sudah sekitar 11 ribu paket makanan tambahan bergizi yang sudah kami bagikan kepada 11 ribu anak-anak di wilayah Alor. Kita harap pemberian makanan tambahan ini bisa menambah gizi anak-anak sehingga semua anak bisa tumbuh sehat. Sebab kami punya visi besar bahwa semua anak-anak Alor harus hidup sehat, belajar dan meraih cita-citanya,” katanya.
Demas juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, sponsor, serta berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. “Terima kasih banyak kepada masyarakat Alor dan para sponsor yang telah berdonasi untuk kita bersama bersinergi membantu pemerintah daerah dalam pencegahan stunting dan gizi buruk yang angkanya kian mengejutkan capai 31,4 persen ini. Semoga Tuhan Yesus memberkati bapa/ibu semua,” ucap Demas.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kader Posyandu, gereja, serta pemerintah desa yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan. “Terima kasih juga kepada semua rekan-rekan DPC, Anggota dan senior GAMKI yang terlibat dalam menyukseskan program pencegahan stunting dan gizi buruk di Kabupaten Alor. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin,” tutup Demas.
Kepala Desa (Kades) Fanating Joni Manilani mengapresiasi bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak di desa. “Terima kasih kepada GAMKI Alor yang sudah peduli anak-anak kami di sini. Semoga makanan yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak di desa ini sehingga mereka semua bisa tumbuh sehat dan berguna bagi keluarga, desa, gereja dan Alor. Tuhan Yesus berkati semua teman-teman GAMKI Alor,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Dusun (Kadus) A Desa Pailelang Dilianto Lomakai. “Mewakili Pemdes Pailelang, saya mengucapkan terima kasih kepada GAMKI atas kepedulian aksi nyata yang kaka dong berikan kepada anak-anak kami di Desa Pailelang. Tuhan Yesus senantiasa memberkati selalu,” katanya.
Melalui intervensi berbasis komunitas ini, diharapkan upaya pencegahan stunting di tingkat desa dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan warga dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara