SAMARINDA – Desa Budaya Pampang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), terus menjadi benteng pelestarian budaya Suku Dayak Kenyah sekaligus magnet wisata yang rutin menyedot kunjungan setiap pekan, khususnya pada pertunjukan seni tradisional yang digelar setiap Minggu siang.
Terletak sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Samarinda, kawasan ini menampilkan identitas budaya yang masih dijaga kuat oleh masyarakat setempat. Setiap Minggu, wisatawan disuguhi pentas tari tradisional khas Dayak Kenyah yang berlangsung mulai pukul 14.00 Wita hingga selesai.
Kehadiran wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, terlihat memadati area pusat kesenian desa pada Minggu (3/5/2026). Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp45.000 per orang, pengunjung dapat menikmati beragam atraksi budaya, mulai dari tarian penyambutan hingga tarian peperangan khas Dayak Kenyah, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltim, Senin, (04/05/2026).
Selain menyaksikan pertunjukan, wisatawan juga diberi kesempatan merasakan langsung pengalaman budaya dengan mengenakan pakaian adat Dayak yang tersedia untuk disewa di lokasi.
Desa Budaya Pampang tidak hanya dikenal melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui praktik budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakatnya, seperti tradisi telinga panjang dan tato bermotif khas Dayak.
Alunan musik tradisional sape yang khas turut mengiringi setiap pertunjukan, menciptakan suasana autentik yang memperkuat daya tarik wisata budaya di kawasan tersebut.
Keberadaan Desa Budaya Pampang dinilai menjadi salah satu upaya konkret dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata berbasis kearifan lokal di Kaltim. Diharapkan, keberlanjutan tradisi ini dapat terus terjaga di tengah arus modernisasi serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara