SELUMA – Isu dugaan mogok kerja 11 Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu dipastikan tidak benar. Pemerintah Kecamatan Sukaraja menegaskan pelayanan publik di tingkat desa tetap berjalan normal meski sempat muncul keluhan terkait perubahan kebijakan penghasilan tetap tahun 2026.
Camat Sukaraja, Ponimin, menegaskan seluruh Kades di wilayahnya tetap menjalankan tugas seperti biasa dan tidak ada aksi penghentian kerja seperti yang beredar di masyarakat. “Tidak benar ada kades mogok kerja. Semua kepala desa di Kecamatan Sukaraja tetap melaksanakan tugas seperti biasa,” ujarnya, Kamis (23/4/2026), sebagaimana diberitakan Tribun Bengkulu, Kamis, (23/04/2026).
Menurutnya, aktivitas pelayanan di desa maupun kecamatan menjadi bukti bahwa pemerintahan tetap berjalan tanpa gangguan. “Kalau tidak ke kantor mungkin ada, tapi kalau mogok dan tidak melaksanakan tugas itu tidak benar,” tegasnya.
Ponimin menjelaskan, munculnya isu tersebut diduga berkaitan dengan perubahan kebijakan penghasilan tetap (Siltap) kepala desa tahun 2026 yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Kebijakan tersebut memicu aspirasi dari sejumlah Kades.
“Memang sebelumnya ada penyampaian aspirasi atau protes dari para kepala desa terkait perubahan Siltap tahun 2026 ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma. Para Kades juga telah diminta menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) Siltap dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sebagai langkah penyelesaian.
“Sudah ditindaklanjuti oleh Pemkab. Para kades juga sudah diminta menyampaikan RAB Siltap dalam APBDes,” katanya.
Pemerintah Kecamatan Sukaraja juga memastikan komunikasi antara pemerintah desa dan kecamatan tetap berjalan baik. Ponimin mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami pastikan seluruh kepala desa tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Masyarakat kami minta tidak mempercayai isu yang beredar,” tutup Ponimin. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara