KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung mendorong penguatan peran desa adat sebagai garda depan dalam menjaga kerukunan beragama sekaligus menekan ancaman narkoba melalui forum diskusi lintas elemen masyarakat, Kamis (23/04/2026). Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan sosial di tengah dinamika global yang memengaruhi generasi muda.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Seminar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang digelar di Taman Yadnya, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Puputan Klungkung ke-118 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarapura ke-34. Kegiatan ini diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klungkung dengan fokus pada optimalisasi peran desa adat.
Wakil Bupati (Wabup) Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra yang hadir mewakili Bupati Klungkung menegaskan bahwa moderasi beragama menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas sosial. “Moderasi beragama adalah tentang keseimbangan—cara pandang yang adil, tidak ekstrem, dan mampu menjaga harmoni dalam keberagaman,” tegasnya, sebagaimana diberitakan Kabar Bali Satu, Jumat (24/04/2026).
Menurutnya, desa adat memiliki posisi strategis dalam mengimplementasikan Perarem Lepas Anti Narkoba sebagai bentuk perlindungan sosial berbasis kearifan lokal. Aturan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi norma tertulis, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. “Perarem ini harus menjadi tameng yang hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar aturan tertulis,” ujarnya.
Pemkab Klungkung juga menilai derasnya arus media sosial dan perubahan global dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, penguatan nilai toleransi dan kesadaran kolektif melalui desa adat dinilai menjadi pendekatan yang efektif dalam mencegah intoleransi, radikalisme, dan penyalahgunaan narkoba.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan desa adat, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih harmonis, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara