Mesin Pengolah Sampah Modern Tiba di Klungkung, Uji Coba Awal Mei

KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung mulai menyiapkan uji coba mesin pengolah sampah berbasis pirolisis di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Centre, Desa Kusamba, sebagai langkah percepatan penanganan sampah terintegrasi yang ditargetkan berjalan awal Mei 2026.

Sebanyak dua kontainer berisi komponen mesin telah tiba di Dusun Karangadadi pada Kamis (23/4/2026), sementara lima kontainer lainnya masih menunggu proses bongkar muat. Kehadiran mesin ini menjadi bagian dari strategi penguatan infrastruktur pengolahan sampah di tingkat desa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Dewa Komang Aswin, menyebut proses instalasi masih berlangsung bertahap karena memerlukan alat berat. “Sementara 2 kontainer dulu yang masuk, karena mengeluarkan mesinnya juga membutuhkan alat berat. Semuanya masih berproses,” ujarnya sebagaimana diberitakan Tribun Bali, Jumat, (24/04/2026).

Ia menjelaskan, pengiriman mesin dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup komponen utama yang akan dirakit menjadi tiga unit mesin, sementara tahap berikutnya meliputi generator dan perlengkapan pendukung lainnya.

Kerja sama antara Pemkab Klungkung dan pihak ketiga, PT Bali Bersih Bersinar, menjadi dasar pengadaan teknologi tersebut. Mesin yang didatangkan dari Selandia Baru dan diproduksi di Tiongkok ini diklaim mampu mengolah sampah menjadi pirolisis oil, karbon hitam, serta serat baja.

Direktur Utama (Dirut) PT Bali Bersih Bersinar, Gde Kurniawan, mengatakan Klungkung dipilih sebagai lokasi uji coba setelah melalui survei terhadap sejumlah wilayah yang memiliki kesiapan infrastruktur. “Ada tiga tempat yang direkomendasikan ke kami, ada di Nusa Penida, Nusa Lembongan dan di TOSS Centre ini. Setelah kami survei, kami putuskan di sini,” ujarnya.

Menurutnya, mesin berkapasitas delapan ton per siklus dengan durasi operasi sekitar delapan jam ini diharapkan menjadi model percontohan nasional. “Pada prinsipnya kami berharap ini bisa menjadi percontohan, dan bagaimana Klungkung bebas dari sampah,” jelasnya.

Selain penguatan teknologi di Klungkung, upaya pengelolaan sampah juga dilakukan di Kota Denpasar melalui kebijakan pelonggaran aturan bagi pedagang pasar. Pedagang dalam gedung kini diperbolehkan membuang sampah di lokasi pasar dengan syarat wajib melakukan pemilahan.

Salah satu pedagang, Ketut Budarsih, mengaku kebijakan tersebut meringankan beban mereka. “Sekarang lebih ringan. Meski harus teliti memilah, itu jauh lebih baik daripada sampah menumpuk dan berulat di rumah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Desa Sanur Kauh memperkuat pengawasan dengan pemasangan kamera pengawas mobile CCTV bertenaga surya di titik rawan pembuangan sampah liar. Perbekel (Kepala Desa) Sanur Kauh, I Made Ada, menyebut sistem ini efektif mengidentifikasi pelanggar meski tidak tertangkap langsung di lokasi. “Videonya tidak kami viralkan. Kami simpan sebagai bukti. Karena kalau pemantauan manual susah, apalagi pembuangnya pakai sepeda motor,” katanya.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan pengelolaan sampah berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat yang terus diperkuat, dengan harapan mampu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bantuan dan Transformasi, Posyandu Bangli Berbenah

PDF đź“„BANGLI – Transformasi layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di tingkat desa mulai diarahkan menjadi …

Strategi Humanis Polisi Jaga Keamanan Desa

PDF đź“„BANDUNG – Upaya meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi gangguan keamanan terus didorong melalui kegiatan …

Polisi dan Warga Bersinergi, Keamanan Desa Diperkuat

PDF đź“„BANDUNG – Upaya memperkuat deteksi dini gangguan keamanan di tingkat desa dilakukan melalui kegiatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *