ACEH TAMIANG – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, untuk warga terdampak banjir bandang dengan tenggat penyelesaian hanya lima hari guna memastikan korban segera memiliki tempat tinggal layak.
Langkah percepatan ini dilakukan setelah Kepala BNPB, Suharyanto, meninjau langsung progres pembangunan huntara di lokasi terdampak pada Rabu (22/04/2026). Peninjauan tersebut sekaligus menjadi evaluasi lapangan untuk memastikan seluruh fasilitas darurat benar-benar siap dihuni oleh warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar.
Hunian sementara (huntara) merupakan bangunan darurat yang disiapkan sebagai solusi cepat bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana atau relokasi. Program ini menjadi bagian dari penanganan pascabencana yang difokuskan pada pemulihan kondisi sosial masyarakat.
Suharyanto menegaskan percepatan ini penting karena masih ditemukan sejumlah kekurangan teknis di lapangan. “Di sini masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau kemana,” kata Suharyanto dalam Siaran Pers BNPB sebagaimana diberitakan Tribunnews, Kamis (23/04/2026). “DTH pun mereka tidak dapat, karena mereka sewa dan tidak punya rumah. Sehingga BNPB mengambil langkah inisiatif membangun huntara untuk mereka,” lanjut dia.
Ia juga menekankan bahwa kondisi tersebut menunjukkan adanya kelompok rentan yang tidak terakomodasi dalam skema bantuan sebelumnya, sehingga pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang harus turun tangan menyediakan solusi darurat berupa huntara.
Selain meninjau pembangunan, Suharyanto juga berdialog dengan warga serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti sembako dan perlengkapan anak-anak. Ia kemudian melanjutkan kunjungan ke Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, untuk memantau penanganan lanjutan di wilayah terdampak lainnya.
BNPB mencatat banjir bandang yang dipicu Siklon Tropis Senyar menyebabkan kerusakan besar di Aceh Tamiang dengan total 75.088 rumah terdampak, terdiri dari 18.267 rusak berat, 17.028 rusak sedang, dan 39.793 rusak ringan. Hingga Maret 2026, telah dibangun 4.089 unit huntara, dengan 1.949 unit dikerjakan langsung oleh BNPB dan sisanya oleh kementerian/lembaga serta pihak swasta.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan huntara ini dapat menjadi titik awal pemulihan kehidupan warga Desa Sukajadi yang sebelumnya terdampak paling parah hingga kehilangan seluruh kawasan permukiman. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara