BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi (Pemkab Bekasi) memastikan penanganan jalan amblas di ruas Jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL) segera direalisasikan dalam waktu dekat dengan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sebagai solusi utama untuk mencegah kerusakan berulang akibat banjir.
Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai meninjau langsung sejumlah titik terdampak pada Selasa (21/04/2026). Tiga lokasi yang menjadi prioritas penanganan berada di depan Perumahan Islami Toyibah, depan Perumahan Tirta Alam di Desa Kertamukti, serta sekitar Jembatan Buwek Baru di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung.
Menurut Asep, kerusakan jalan terjadi akibat dampak lanjutan banjir yang menggerus struktur tanah di bawah badan jalan hingga menyebabkan penurunan permukaan.
“Ini kan jalan berada di atas tanggul, sementara penahan tanahnya tidak ada. Akibat banjir kemarin, tanah di bawahnya tergerus, lama-kelamaan terjadi longsor dan jalan ikut turun,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Bekasi akan membangun TPT di titik-titik rawan guna memperkuat struktur tanah, terutama pada wilayah dengan kondisi kontur yang labil.
Asep menegaskan bahwa kesiapan anggaran bukan menjadi kendala dalam proyek tersebut dan saat ini tinggal menunggu tahapan teknis pelaksanaan di lapangan.
“Anggaran sudah ada, tim ahli juga sudah bergerak. Tinggal pelaksanaannya saja, insya Allah secepatnya,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Akurat, Selasa (21/04/2026).
Ia menambahkan, pembangunan akan difokuskan terlebih dahulu pada lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi, disertai pemetaan menyeluruh untuk mengantisipasi potensi kerusakan serupa di titik lain.
“Kita petakan mana yang sudah terjadi dan mana yang berpotensi. Yang rawan akan segera kita bangun penahan tanahnya. Secara bertahap, dalam lima tahun ke depan kita targetkan bisa tertangani semua,” ungkapnya.
Selain pembangunan struktur penahan tanah, perbaikan juga akan dilakukan pada badan jalan agar fungsi akses transportasi masyarakat dapat kembali optimal.
“Kalau tembok penahan tanah sudah dibangun, otomatis jalannya juga akan kita perbaiki. Tidak mungkin hanya temboknya saja,” tegasnya.
Pemkab Bekasi menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai dalam waktu satu bulan ke depan, dengan harapan mampu meningkatkan keamanan pengguna jalan serta memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah tersebut. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara