DENPASAR – Program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dijalankan PT Pertamina (Persero) di Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Bali, berhasil meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mengembangkan kawasan ekowisata berbasis energi terbarukan.
Melalui program Uma Palak Lestari, Pertamina menghadirkan sistem pengairan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang mampu mengairi sekitar 103 hektare lahan pertanian. Program tersebut juga mendukung pengurangan emisi karbon hingga 27,3 ton karbon dioksida ekuivalen (COâ‚‚eq) per tahun serta membantu petani menghadapi persoalan kekurangan air saat musim kemarau.
Sistem pengairan itu didukung teknologi Renewable Battery Technology (RBT) dan pembangkit mikrohidro berkapasitas 21 kilowatt peak (kWp). Selain itu, petani juga mendapatkan dukungan teknologi pengairan digital, traktor listrik, mesin penggiling padi elektrik, serta pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.
Dampak program tersebut dirasakan oleh sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Produktivitas padi meningkat dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare, sementara biaya listrik dapat dihemat hingga Rp44 juta per tahun.
Lahan pertanian seluas lima hektare juga dikembangkan menjadi kawasan budidaya padi organik varietas Mentik Susu yang mampu menghasilkan omzet sekitar Rp476 juta per tahun. Keberhasilan tersebut mendapat perhatian Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, dan Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi program pada akhir Mei 2026.
“Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat,” ujar Nanik, sebagaimana dilansir IDN Times, Kamis (04/06/2026).
Ia berharap model pemberdayaan masyarakat berbasis energi mandiri tersebut dapat diterapkan di wilayah operasional Pertamina lainnya.
“Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya,” tambahnya.
Selain sektor pertanian, kawasan Uma Palak Lestari juga berkembang menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata masyarakat. Berbagai fasilitas seperti ruang terbuka hijau, jalur jogging, kafe rest area, hingga area camping ground dibangun untuk mendukung aktivitas wisata.
Pengembangan kawasan tersebut telah menarik sekitar 72 ribu wisatawan domestik maupun mancanegara serta menghasilkan pendapatan masyarakat sekitar hingga Rp64 juta per tahun.
Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, menegaskan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) harus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan. Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, semoga bisa membuat mereka memiliki rasa untuk semakin menjaga kehadiran Pertamina, sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional,” ujarnya.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pertamina sejak program berjalan pada 2021.
“Sejak kehadiran program TJSL Pertamina di tahun 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan, ternyata mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat. Saya ucapkan terima kasih kepada Pertamina,” tutupnya.
Program tersebut diharapkan terus menjadi model pengembangan desa berbasis energi bersih yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor wisata berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara