PELAIHARI – Kerusakan parah pada jalan poros di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kian mengancam keselamatan pengguna jalan dan menghambat mobilitas warga, terutama saat hujan mengguyur kawasan tersebut.
Ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu dipenuhi lubang dengan ukuran bervariasi, mulai dari kecil hingga besar, yang tersebar sepanjang beberapa kilometer dari titik sambungan ke Jalan Ahmad Yani hingga ke dalam wilayah desa. Kondisi tersebut memaksa pengendara untuk memperlambat laju kendaraan guna menghindari risiko kecelakaan.
Situasi semakin memburuk saat hujan turun. Lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga sulit dikenali oleh pengendara. Hal ini meningkatkan potensi kendaraan terperosok, terutama bagi pengguna jalan dari luar daerah yang belum familiar dengan kondisi tersebut.
“Saya kaget juga kok banyak sekali lubang di jalan. Apalagi ada yang tertutup air. Harus pelan-pelan lewatnya,” ujar Rudi, salah seorang pengendara, Selasa (21/4/2026), sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Selasa (21/04/2026).
Rudi berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar jalan kembali aman dan nyaman dilalui. Ia menilai jalur tersebut memiliki peran penting sebagai penghubung aktivitas warga, termasuk akses menuju jalan utama.
Kepala Desa (Kades) Sabuhur Supiadi Ahmad membenarkan kondisi kerusakan jalan yang semakin meluas dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pihak desa telah mengajukan usulan perbaikan kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait.
“Memang kondisi jalan poros di desa kami rusak, sebagiannya. Ini cukup mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya perbaikan telah diusulkan sejak tahun sebelumnya dan diharapkan segera direalisasikan agar akses vital tersebut kembali layak digunakan.
“Kami sudah mengusulkan perbaikan sejak tahun kemarin. Harapannya bisa segera direalisasikan, supaya jalan ini kembali layak dan nyaman dilalui masyarakat,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tala belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan kerusakan jalan tersebut.
Perbaikan infrastruktur jalan ini dinilai mendesak mengingat fungsinya sebagai jalur utama yang menghubungkan desa dengan pusat aktivitas ekonomi dan transportasi di wilayah sekitar.[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara